Salah Pola Tanam, Penyebab Banjir Bandang Kertasari

Salah Pola Tanam, Penyebab Banjir Bandang Kertasari
GOTONG ROYONG: Warga Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari dibantu Petugas Damkar, BPBD Kabupaten Bandung bergotong royong membersihkan lumpur di jalan pasca terjadinya banjir bandang.
0 Komentar

Saat ditanyakan berapa persen tanaman keras yang ditanam di bukit tersebut, Eef juga menjelaskan, sekitar 30 persen pohon keras yang ada di lahan tersebut, selebihnya hanya ditanami sayuran, diantaranya sayur kol dan kentang. ”Lahan tersebut sebagian besar ditanami sayuran, karena setiap tahun bertambah penduduk, bertambah juga lahan hutan yang di garap,”akunya.

Dia juga menjelaskan, para penggarap lahan tersebut beralibi untuk kehidupannya sehari-hari dan untuk menyekolahkan anak-anaknya. ”Warga Kertasari bertani turun temurun, anak-anaknya jarang yang hijrah ke kota, masih sekolah saja udah dibawa ke kebun, sehingga lulus sekolah udah bisa buka lahan sendiri atau meneruskan lahan orang tuanya,” jelasnya.

Eef juga berharap kepada pemerintah, agar para petani sayuran beralih profesi, solusinya pihak pemerintah harus membuka lapangan kerja untuk para petani. ”Jadi agar ada solusi apabila petani dilarang nanam sayuran, pemerintah harus membuka lapangan kerja, agar perut petani dan keluarganya tetap terisi,” pungkasnya.(yul/rus)

0 Komentar