oleh

Datangi Polda Jabar terkait Kasus Uu

‘’Proyek itu terdiri dari renovasi Masjid Agung Baiturrahman, renovasi Islamic Center, kantor Yayasan Ar-Ruzhan, rest area di Gentong, landmark bertuliskan ‘Allah Maha Besar’ di Jalan Ciawi, dan rumah pribadi Uu,’’jelas Herry.

Secara kebetulan, lanjy dia, Budi merupakan arsitek sekaligus mendesain semua detail enginering desain (DED), gambarnya sudah lengkap, dan produknya mereka terima.

‘’Tapi tak ada satu pun yang dibayar. Nilainya Rp3,9 miliar,” kata Budi.

Akan tetapi diluar dugaan setelah proyek selesai, SK proyek dicabut oleh Uu. Padahal, Budi sudah mengeluarkan dana pribadi untuk menyelesaikan semua proyek tersebut. “Alasannya proyek itu mau ditenderkan. Tiba-tiba ditenderkan dan diberikan ke kontraktor lain,” ujar dia.

Terkait pencabutan SK penunjukkan pelaksana proyek, Budi mengaku sudah sempat meminta penjelasan dari Uu. Namun saat itu Uu justru membantah telah mengeluarkan SK.

“Itu (dana pengerjaan proyek Rp3,9 miliar) semua dari pribadi saya. Ketika ditagih (Uu) malah menyangkal,” ucap Budi menimpali kuasa hukumnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, meskipun ada bukti baru, penyidikan atas kasus tersebut tak otomatis kembali dibuka. Penyidik akan menguji terlebih dulu bukti baru yang diajukan pelapor.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga