BSSN Catat Ada 129 Juta Serangan Siber Masuk Indonesia

BSSN Catat Ada 129 Juta Serangan Siber Masuk Indonesia
BERI KETERANGAN: Dirhub TNI AD, Brigjen TNI Widjang Pranjoto menerangkan jika dalam menghadapi era revolusi industri 4.0, prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dibekali pendidikan siber.
0 Komentar

Widjang menjelaskan, jika pendidikan yang dijalani perwira siber baru difokuskan pada penyampaian materi siber dan penggunaan teknologi penunjang. Sementara penerapannya akan disesuaikan dengan anggota yang bersangkutan.

”Karena nanti ada pelatihan tambahan dari instansi lainnya, misalnya dari Kemenhan, BIN, bahkan Kominfo,” jelasnya.

Sejauh ini yang sudah memiliki pusat siber di Indonesia, lanjutnya, yakni Kementerian Pertahanan, matra TNI AL, sedangkan TNI AD belum memiliki pusat siber.

Baca Juga:Optimalkan Pelayanan, Kapolres Resmikan Tempat Uji Praktik SIMPNS Harus Profesional dan Berkualitas

”Sejak 2013 sudah sosialisasi pentingnya TNI bergerak ke matra internet. Rencananya tahun ini dibuat, tapi anggaran perubahan belum disetujui, mungkin tahun depan. Kalau embrionya sudah ada, jadi tinggal merealisasikan,” pungkasnya.(mg3/ziz)

0 Komentar