Wagub Jabar: Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf

Wagub Jabar: Hari Aksara Internasional Jadi Momentum Berantas Buta Huruf
FOTO BERSAMA: Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum didampingi Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Kemendikbud RI, Harris Iskandar dan Bupati Garut, Rudy Gunawan usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019
0 Komentar

”Maka, semua elemen bersepakat melakukan strategi dalam pemberantasan buta huruf. Sekarang tinggal 1,93 persen. Pada dasarnya, umur 15- 59 tahun persentase buta huruf sudah semakin sedikit,” kata Harris.

Meski begitu, lanjut Harris, dalam Sustainable Development Goals atau SDG’s, buta huruf harus diberantas pada 2030. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

”Mudah- mudahan 2030 sudah mendekati angka nol,” harapnya.

Demikian pula yang disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Rudy mengatakan, Hari Aksara Internasional merupakan momentum menyosialisasikan program percepatan pemberantasan buta huruf.

Baca Juga:Angka Guru Honorer di Bandung Masih TinggiSatrio Jamhur, Breakthru Gelar MVP Diiringi Lagu “Comethru” 

”Saya menyambut baik kegiatan Hari Aksara Internasional ke-54 ini karena sangat mendasar dan penting,” ucap Rudy.

Dia berharap, Kabupaten Garut khususnya dan Jawa Barat pada umumnya bisa bebas buta huruf.

”Saya harap semua melek huruf karena akan mencerdaskan anak-anak kita,” harapnya.

Peringatan Hari Aksara Internasional 2019 Tingkat Provinsi dengan tema “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat” ini, dihadiri 10.000 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.(rls)

0 Komentar