Terpisah, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan akan membuka ruang dialog dengan sejumlah pemuka agama di Indonesia. Dialog ini bertujuan menyamakan pandangan terkait definisi radikalisme. Purnawirawan jenderal ini menyebut Kemenag akan berupaya menuntaskan radikalisme tersebut. “Bidang kami adalah kurikulum. Kemudian penyuluhan. Lalu peringatan kepada penceramah yang menyimpang. Nah, kalau sudah sampai pada ujaran kebencian, itu urusan aparat penegak hukum. Kalau untuk ketemu pemuka agama, pasti saya usahakan. Mungkin beliau yang datang, atau ketemu di mana,” ujar Fachrul di Jakarta, Rabu (30/10).(rh/fin)
SKT FPI di Tangan Mendagri
