oleh

Tolak RKHUP dan RUU Agraria, Ratusan Massa Aliansi Rakyat Menggugat Gelar Aksi di Pemkab Bandung

“Petani berhak atas apa yang akan mereka perbuat di lahan mereka. Tidak boleh dipaksa. Ini menyalahi reforma agraria sejati yang pernah dilakikan Bung Karno di tahun 1960,” kata dia.

Lingga menjelaskan, jika Bupati Bandung tidak mau menemui dan menepati tuntutan para pengunjuk rasa, pihaknya berjanji akan datang kembali dengan ekskalasi massa yang lebih banyak lagi. Massa juga akan memblokade Jalan Alfathu sebagai bentuk kekecewaan terhadap Bupati Bandung.

Menurut Lingga, salah satu yang terjadi di Pangalengan adalah segelintir nasib petani di Indonesia. Nasib petani di Indonesia yang sejatinya adalah mayoritas penduduk asli Indonesia justru hidup dalam kemiskinan. Padahal, masih banyak petani di Indonesia yang memiliki lahan yang cukup. Oleh karena itu, Aliansi Rakyat Menggugat juga menyuarakan penolakan terhadap undang-undang pertanahan.

“Secara garis keturunan, masyarakat kita itu kelas tani. Tapi anehnya para petani justru miskin. Kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi. Maka dari itu kami menolak undang-undang pertanahan dan ingin mengembalikan ke konsep reforma agraria sejatinya Bung Karno,” katanya.

Sesuai dengan reforma agraria sejati, kata dia, para petani harus punya tanahnya sendiri, alat produksi sendiri, dan pasar produksi sendiri. Sehingga, petani di Indonesia bisa lebih sejahtera.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga