oleh

Sempat Viral, BKPSDM Angkat Bicara

NGAMPRAH– Sempat viral atas informasi kasus CPNS yang diminta mundur karena salah data soal pendidikan, akhirnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) angkat bicara.

BKPSDM Kabupaten Bandung Barat secara  resmi memanggil Arsal Fatra Prayoga dan Pratiwi Sekarwangi. Keduanya merupakan CPNS yang diminta mengundurkan diri karena saat pemberkasan jenjang pendidikan tidak sesuai yang dibutuhkan. Namun Pratiwi diwakilan ibunya, karena tengah hamil besar.

Kepala BKPSDM Bandung Barat Asep Ilyas mengatakan, alasan untuk mengundurkan diri bukan tanpa alasan. Sebab, sebelumnya para peserta seleksi CPNS diminta untuk membuat surat pernyataan pada 15 Januari 2019 lalu. Salah satu poinnya adalah bersedia mengundurkan diri jika ada data yang tak sesuai.

“Sudah ada surat pernyataan yang kita sampaikan sebelumnya. Apalagi pada -paramedik veteriner terampil butuh D3, tapi dia malah S1. Kaitan sama ilmunya, D3 dan S1 itu berbeda. Formasi itu prinsip, S1 itu keluarnya golongan 3A, D3 keluarnya 2C,” kata Asep seusai pertemuan, Senin (12/8).

Asep berdalih, tak mengetahui soal proses seleksi administrasi, sehingga dirinya tak mendapatkan data utuh pelamar dari pemerintah pusat. “Kami hanya menerima data nama, nilai dan nomor tes dari Panita Seleksi (Pansel),” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga