SOREANG – Untuk memberikan jaminan kesehatan hewan kurban pada Idul adha 1440H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pertanian akan menerapkan strategis pemeriksaan kesehatan ternak setelah dipotong (post mortem).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung A.Tisna Umaran mengatakan, pihaknya sudah melepas ratusan petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dalam menghadapi Idul Adha 1440 H dengan sistem post mortem. Petugas pemeriksa kesehatan dibagi menjadi beberapa tim, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di semua wilayah Kabupaten Bandung.
“Kami akan melakukan post mortem di 90 titik yang tersebar di 31 kecamatan. Melibatkan sebanyak kurang lebih 150 petugas, terdiri dari petugas dinas, anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan mahasiswa,” kata Tisna usai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban di Soreang, Senin (29/7).
Baca Juga:Ketua Parpol Jangan Sodorkan Anaknya4 Sekolah Wakili Jabar Ikuti LSS Tingkat Nasional
Di samping itu, menurut Tisna, pihaknya juga akan melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) Seleksi dan Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban bagi petugas Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). “Kami akan memfasilitasi bimtek bagi 120 orang petugas DKM dari Kecamatan Soreang, Katapang, Cangkuang dan Kutawaringin. Sampai 2019 ini, kegiatan bimtek sudah diikuti kurang lebih 345 petugas DKM,” akunya.
Tisna menjelaskan, sebagai upaya lainnya, pihaknya menerjunkan 60 petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk mensosialisasikan pemeriksaan ternak. “Kami juga telah menyiapkan tanda pemeriksaan untuk 20.000 ekor ternak, yaitu dalam bentuk label, stiker dan surat keterangan sehat,” tuturnya.
Dalam pemeriksaan hewan kurban, kesehatan ternak di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2017, sebanyak 81,9 % ternak dinyatakan sehat/layak. Dari 11.610 ekor sapi, 11.561 dinyatakan sehat/layak. Sedangkan dari 9.720 ekor domba yang diperiksa, 6.669 ekor dinyatakan sehat/layak, sementara 22 ekor kerbau semuanya lolos dalam pemeriksaan.
“Sementara pada tahun 2018, terdapat peningkatan persentase ternak sehat/layak, yaitu sebesar 93,5%. Dengan rincian 13.991 ekor sapi sehat/layak, dari 14.693 ekor yang diperiksa. 8.663 ekor domba dinyatakan sehat/layak dari 9.543 ekor yang diperiksa, sedangkan untuk kerbau 23 ekor dinyatakan sehat/layak semuanya,” jelasnya.
Untuk memudahkan pihaknya dalam melakukan pemeriksaan, Tisna mengimbau para peternak dan pelaku usaha ternak, agar tidak sembarangan dalam menentukan tempat berjualan. Ia mengingatkan kembali, bahwa Pemkab Bandung telah memiliki pasar hewan di Majalaya.
