Industri Mebel Dituntut untuk Berinovasi dan Berkreasi

“Pelatihan pembuatan rak buku yang diselenggarakan melalui kegiatan pelatihan kompetensi pelaku usaha industri pertekstilan, perkayuan dan rotan tahun anggaran 2019 pada UPTD IPOK. Harapannya melalui kegiatan ini, meningkatkan kompetensi dan kreativitas pengrajin perkayuan Sumedang khususnya di lingkungan sub unit pengembangan industri perkayuan Sumedang,” jelasnya.

Lebih lanjut, akan menumbuhkan SDM industri kecil menengah mebel dan kerajinan kayu baru di wilayah Sumedang. Peserta memahami teori dan mampu membuat produk mebel kayu dari awal hingga jadi serta peserta mampu mendesain dan membuat mebel secara madiri.

Produk mebel khususnya kerajinan kayu sangat erat dengan citarasa dan selera.   Begitupun untuk pasar dalam negeri produk mebel dan kerajinan kayu  masih menjadi primadona.

Secara geografis wilayah Kabupaten Sumedang berdekatan dengan zona segitiga emas Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati) sebagai zona pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jawa Barat, yang terkoneksi dengan transportasi tol Cipali, tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu).

Dibangunnya pelabuhan laut dan  pelabuhan udara Kertajati di Malalengka menjadikan Sumedang sebagai daerah  penting di Jawa Barat, khususnya untuk aktivitas industri dan perdagangan. Kondisi ini menjadi suatu peluang bagi IKM perkayuan Sumedang untuk meningkatkan produksi mebel dan kerajinan kayu dengan kualitas dan desain yang menarik. (rls/drx)

HARUS BERKEMBANG: Jajaran Dinas Disperindag Provinsi Jawa Barat saat menghadiri Pelatihan Pembuatan Rak Buku bagi Industri Kecil Perkayuan Sumedang yang diikuti 30 peserta, baru-baru ini.

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan