oleh

Kota Cimahi Dinilai Tak Berkembang

“Ini HUT Cimahi ke-2 selama mereka memimpin, dari tahun sebelumnya saya rasa belum banyak program yang dilaksanakan. Misalnya program dasar seperti pembangunan, pengurangan kemacetan, pengurangan pengangguran, semuanya masih kurang dirasakan,” beber Arlan.

Kemudian dari pembagian porsi, lanjut Arlan, belakangan justru masyarakat melihat ada disharmonisasi antara Ajay dengan Ngatiyana. Mungkin saja, mereka mulai mengamankan posisi masing-masing dan akan berhadapan langsung di Pilkada 2022 nanti.

“Jujur pasti banyak yang merasakan dua-duanya ini agak merenggang, tidak seharmonis awal mereka jadi pemimpin,” terangnya.

Menanggapi kritikan tersebut, Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna tak menampik belum banyak perubahan yang dibawa olehnya dan Ngatiyana selama menjabat.

“Tapi kami terus bekerja, bukan tidak ada perubahan, tapi belum banyak. Tidak mungkin Cimahi betul-betul diam di tempat, masyarakat harus adil mengakui ada hal yang sudah kami kerjakan,” katanya.

Di usia 18 tahun ini, dia berharap Cimahi bisa berkembang semakin baik sesuai dengan harapan masyarakat. “Intinya di usia yang ke 18 ini, Cimahi harus semakin baik dan berkembang bersama-sama. Kritik boleh, tapi lebih baik berikan saran,” tandasnya. (mg5/drx)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga