oleh

Neneng Minta Hukuman Dikurangi

BANDUNG -Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hassanah Yasin yang menjadi terdakwa perkara suap perizinan Meikarta, pada saat membacakan nota pembelaan (pledoi), meminta untuk diberi hukuman seringan-ringannya karena masih mengurus anak.

”Kepada Majelis Hakim agar berkenan memberikan hukuman yang sering-ringannya supaya saya segera kembali berkumpul bersama keluarga dan mengurus anak-anak saya yang masih kecil,” kata Neneng di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Tipikor, Kota Bandung, Rabu (15/5)

Baca Juga:  1 Brimob Gugur, 2 Anggota Terluka Setelah Adu Tembak dengan KKB

Selama persidangan, Neneng mengaku telah bersikap koperatif dan jujur saat memberikan keterangan. Terhadap kasus yang menjeratnya, ia mengaku menyesal karena telah ikut menerima uang.

”Saya juga mengakui perbuatan yang seharusnya tidak saya lakukan sebagai kepala daerah yang telah ikut menerima uang,” kata dia.

Seperti diketahui, Neneng beberapa waktu lalu baru saja melahirkan anak keem­patnya yang saat ini berusia 26 hari. Ia pun menyebutkan hal tersebut kepada hakim untuk mempertimbangkan hukumannya.

Baca Juga:  Refleksi Hari Kartini, Luli Barlini Ajak Perempuan Tingkatkan Partisipasi Politik

Dalam pengakuannya Ne­neng sangat berat mening­galkan keluarga dan anak-anaknya yang masih perlu perhatian dari seorang ibu. Sehingga, Majelis hakim ha­rus mempertimbangkannya.

”Hukuman ini sangatlah berat bagi saya maupun keluarga, saya jauh terpisah dengan mereka dan anaknya,’’ katanya.

Dalam fakta persidangan, Neneng diduga berupa me­nerima suap terkait pengu­rusan izin Meikarta sekitar Rp10 miliar dan 90 ribu dolar Singapura.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga