Sementara itu, dalam sambutannya Wakil Presiden Yusuf Kalla mengatakan, keberhasilan pembangunan kabinet kerja sudah dilakukan secara maksimal. Meski masih menyisakan banyak tantangan.
Dia menuturkan, adanya sebagian masyarakat terisolasi secara geografis, petani yang tingkat pendidikannya kurang merupakan permasalah yang sedang diselesaikan. Namun, untuk mengatasinya butuh kerjasama praktisi pendidikan.
Yusuf Kalla mengajak, agar APENMASI ikut berpartisipasi melakukan percepatan peningkatan kualitas pendidikan agar kemampuan masyarakat lebih sejahtera. Terlebih, pendidikan masyarakat itu penting. Sehingga, jangan sampai sekedar memintarkan anak yang belajar di sekolah tetapi harus mencerdaskan kehidupan bangsa, jadi harus semakin semangat.
Baca Juga:Alumni Perguruan Tinggi dan SMA Akan Deklarasikan Dukung Jokowi-Ma’rufBK DPRD Bandung Barat jadi Contoh Daerah Lain
Sementara itu, salah seorang peserta Kongres Elih Sudiapermana dari Prodi Pendidikan Masyarkat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berpendapat, pentingnya pendidikan masyarakat yang ditegaskan Wapres harus menjadi pemicu bagi pemangku kepentingan.
“Intinya insan intelektual lulusan pendidikan masyarakat semakin bersemangat melakukan kajian, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan menekankan fungsionalnya untuk memajukan masyarakat yang tertinggal,” tutup Elih yang juga mantan Kadisdik Kota Bandung ini. (rls/yan)
