Genjot Penurunan Kasus Asma

Genjot Penurunan Kasus Asma
TARIK NAFAS Sejumlah peserta saat melakukan penarikan nafas dalam kegiatan Kick Off program Healthy Lung yang digelar di Hotel Malaka, Jalan Halimun, Bandung, Selasa (26/2).
0 Komentar

Sementara itu, Kepala Din­kes Kota Bandung, Rita Ve­rita mengakui jika kasus penyakit asma mengalami peningkatan.

“Asma ini penyakit yang ha­rus mendapatkan perhatian lebih. Karena kasus yang ter­jadi cukup tinggi. Tugas kita sebagai petugas kesehatan harus betul-betul berkonsen­trasi kepada penyakit asma ini,” ujar Rita.

Rita menuturkan, program paru-paru sehat ini merupa­kan kegiatan berkelanjutan sejak 2018 silam, dan akan berlangsung hingga Oktober 2019 mendatang. Kota Bandung yang menjadi salah satu kota pilot project di In­donesia ini menyertakan 20 puskesmas.

Baca Juga:Jaga Konservasi, Dalam Menggali Potensi Wisata AlamJalan Rusak Sangat Dikeluhkan Warga

Rita memaparkan, di 20 Puskesmas ini terpantau men­jadi wilayah yang memiliki angka kasus asma cukup tinggi. Pertimbangan lainya, sambung dia, di puskemas-puskesmas ini mempunyai akses yang lebih mudah di­jangkau masyarakat.

”Yang terpenting pelayanan primer di puskesmas. Di Kota Bandung sudah kami laksanakan, promosi, sosia­lisasi dan pelatihan. Walau pun belum semuanya. Tetapi insya Allah akan kita tingkat­kan untuk pencegahan penya­kit asma ini dengan baik,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rita juga mengimbau masyarakat terus meningkatkan pola hidup sehat. Di samping itu, sebisa mungkin menghindari asap rokok karena menjadi penye­bab utama terjadinya asma.

”Penyakit asma ini bisa karena bawaan, infeksi, ke­hidupan sehari-hari, tidak menular. Itu salah satu pengaruh dari luar itu asap rokok. Pencegahannya tadi salah stunya menghindari asaprokok, pola hidup ber­sih dan sehat, mencegah alergennya, dan rajin olah raga,” tandasnya.(mg1/drx)

0 Komentar