KLB Usai Pemilu, Kepengurusan Dirombak

Jokdri
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono
0 Komentar

Di luar urusan bola, Januar melihat ET sebagai pengusaha yang sukses. Dengan per­timbangan sudah berkecuku­pan, Erick dipandang dapat serius memikirkan sepak bola Indonesia tanpa ada kepen­tingan yang lain. “Benar-benar ingin berbakti untuk negara lewat sepak bola,” ucapnya.

Selain posisi ketua umum, Januar berharap anggota Exco PSSI dirombak total. Dengan kata lain, pengurus yang ada saat ini tak boleh naik lagi men­jadi anggota exco.

“Jangan ada perwakilan klub juga di exco, rangkap jabatan, dan lain-lain. Kalau anggota klub mau jadi exco, ya lepas jabatannya di klub,” tegasnya.

Baca Juga:Haji ImigrasiHGU Jadi Dagangan Politik

CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari sependapat dengan Januar. Tapi, dia tidak terbatas pada sosok ET saja. Bagi Esti, siapa pun yang nanti menca­lonkan diri sebagai ketua umum PSSI diharapkan punya inte­gritas dan mampu mengelola federasi tanpa memiliki kepen­tingan pribadi. “Saya dukung siapa saja dengan syarat itu. Entah Erick Thohir atau Umuh Muchtar (manajer Persib, Red). Yang terpenting integritasnya ada,” ucapnya.

Esti juga siap untuk maju se­bagai anggota Exco PSSI. Asalkan calon-calon exco lain memang tidak kredibel dan dianggapnya kurang memenuhi syarat.

“Kalaupun saya terpilih, jaba­tan di Persijap saya lepas. Tapi, secara pribadi saya lebih nyaman di sini (Persijap),” ungkapnya.

Merujuk pertimbangan itu, sosok Krishna Murti, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, bisa menjadi alternatif. Ang­gota Exco PSSI Refrizal me­miliki komentar senada. “Ka­lau ada usulan dari pemerin­tah, akan kami tampung. Termasuk Pak Krishna Murti. Kalau baca komennya luar biasa tentang bola. Pantas kami calonkan sebagai ketua umum PSSI,” ucap Refrizal.

Nama lain yang juga meny­embul ke permukaan adalah Ahmad Syauqi Soeratno. Man­tan manajer PSIM Jogjakarta itu bahkan dalam seharian kemarin menghiasi linimasa media sosial. Syauqi disebut-sebut sangat layak memimpin PSSI. Tidak hanya mengerti, lelaki asal Jogjakarta itu juga dinilai memiliki komitmen terhadap sepak bola. Teru­tama pengembangan sepak bola di daerah-daerah.

0 Komentar