Eke meminta kepada dewa dan leluhur untuk terus diberikan kesehatan. Baik anak dan istrinya. Mereka juga menginginkan terus ada kehangatan keluarga di rumahnya. Rumah peninggalan terdahulunya. Yang sampai sekarang masih berdiri kokoh.
Selepas berdoa, mereka sekeluarga berencana pergi untuk berkunjung ke rumah saudara dan kerabat. Tak jauh memang. Masih di sekitar Kota Tangerang. Ada yang di Neglasari. Dan sebagian di Teluk Naga.
Selain Eke, banyak keturunan Cina di bantaran Sungai Cisadane yang dikenal dengan Cina Benteng, hidup dalam keterbatasan, tak memilki pekerjan tetap. Etnis Tionghoa di Tangerang. Malam Imlek dilalui dengan perayaan barongsai dan long atau liong dalam dialek Hokkian.
Baca Juga:Rencanakan Tahura Jadi BLUDDikunjungi Penjaga Makam Nabi
Kemudian, acara puncak berlangsung pada hari Tahun Baru, keluarga bersembahyang bersama. Mereka yang muda berpakaian bagus dan saling mengucapkan selamat tahun baru kepada orangtua, leluhur, dan sanak keluarga yang lebih tua. Silaturahmi pun berlangsung di tengah jalanan kampung- yang kerap becek akibat hujan pada Tahun Baru Imlek. Inilah makna Tahun Baru sejati, yakni ritual dan reuni keluarga. (*/fin/tgr/rie)
