35 Ribu Desa/Kelurahan Belum Miliki PAUD

PAUD Jabar
TERUS MENDORONG: Bunda Paud Jawa Barat Atalia Praratya bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil duduk berdampingan setelah mengukuhkan bunda PAUD kabupaten/kota untuk mendorong pendirian PAUD di tingkat desa dan kelurahan.
0 Komentar

BANDUNG –  Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Jawa Barat (Jabar) Atalia Praratya Kamil mengukuhkan 27 Bunda PAUD Kabupaten/Kota Jawa Barat 2019 di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, kemarin. (4/2).

Menurutnya, Paud dapat mengantarkan anak-anak Jabar menjadi cerdas dan sehat. Sehingga, perlu dukungan banyak pihak untuk pembangunan pendidikan anak usia dini.

’’Mereka harus mampu mendorong, mengayomi, melindungi termasuk juga memperjuangkan terutama untuk peningkatan dari guru-guru PAUD itu sendiri,” ujar Atalia.

Baca Juga:Anggarkan Rp 45 M DPUPR Cimahi Lelang 20 Paket Proyek Perbaikan DrainaseImlek di Bandung Membara

Atalia menambahkan, dari sekitar 9 juta balita di seluruh Jawa Barat, baru sekitar 900.000 diantaranya yang terlayani oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sehingga harus bersama-sama mendorong dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan pendidikan usia dini.

Selain itu, di Jabar sendiri masih banyak kelurahan dan desa belum memiliki Paud ada sekitar 35 ribu-an. Sehingga, pendirian Paud ditiap desa dan kelurahan harus menjadi prioritas Bunda Paud di Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut hadir menuturkan, peran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan ketersediaan layanan PAUD yang berkualitas akan ditingkatkan.

Sebagai arahan dari Kemendikbud, saat ini Provinsi Jawa Barat sudah mencanangkan Gerakan Nasional PAUD Berkualitas. Karena menurutnya, anak usia dini sedang tinggi perkembangan otaknya, sehingga bisa dimaksimalkan sebagai generasi yang lebih cerdas.

Selain itu, Emil juga meminta bantuan dan kerjasama Bunda PAUD untuk bisa memantau tumbuh kembang anak, terutama hal-hal terkait stunting (gagal tumbuh).

“Menurut hasil penelitian, anak-anak yang terkena stunting biasanya umur ya lebih pendek. Karena pertumbuhan fisik dan otak terhambat, menjadikan anak memiliki daya saing lemah, tidak bisa berkompetisi dengan anak yang tidak stunting,” kata Emil.

Terakhir Emil berpesan agar Bunda PAUD Kabupaten/Kota ini menjadi pemimpin yang turun tangan bukan tunjuk-tunjuk tangan.

Baca Juga:Fernando Alonso: Dominasi Mercedes Akan Runtuh di 2019Deklarasikan Dukung Kang Pisman

“Bunda-Bunda rajinlah turun melihat langsung, jangan tunggu laporan dari bawahan. Kadang-kadang dari bawah yang bagus-bagus dilaporkan, padahal sebenarnya tidak seperti itu,” kata dia. (yan)

0 Komentar