Jangan Tunggu Ratusan Tahun, 30 Hari Sudah Cukup

Jangan Tunggu Ratusan Tahun, 30 Hari Sudah Cukup
NURHADI/ FAJAR
AMATI: Mahasiswi Universitas Islam Negeri Makassar (UINAM), Magfirah Mardatilla(kanan) didampingi dosennya Mashuri Masri mengamati progres bakteri dalam mengurai sampah plastik di Laboratorium Mikrobiologi, Program Studi Biologi UINAM, Kamis (3/1).
0 Komentar

Setelah itu ditambah bakteri yang sudah dibiakkan. Kemudian dibiarkan selama 30 hari. “Hasil penelitian ini tidak membuat plastik terurai hingga habis, tetapi hanya 17 persen saja. Hal ini dikarenakan nutrisi bakteri sudah habis. Jika ingin terurai hingga habis bisa dilakukan hingga tahap berulang dengan hasil yang lebih cepat karena molekul polimernya semakin simpel,” kata perempuan yang akrab disapa Mardatillah, Kamis 3 Januari.

Mahasiswi angkatan 2013 ini juga menjelaskan dari tiga jenis warna plastik yang diteliti menunjukkan bahwa plastik kuning paling cepat terdegradasi dibandingkan merah dan hitam. Hal itu dikarenakan ada beberapa faktor pendukung. “Saat percobaan polimer dari plastik merah dan hitam terdegradasi sehingga sulit diurai,” ucapnya.

Dosen pembimbing penelitian ini, Mashuri Masri mengaku perbedaan kecepatan penguraian antara plastik berwarna kuning, merah dan hitam itu ada pada pemberian cahaya saat proses penguraian. Untuk plastik berwarna kuning tidak terjadi perubahan struktur polimernya.

Baca Juga:Yana Pastikan Bobotoh NetralGedung Dewan Sepi Melongpong

Tetapi, pada kondisi hidropobik (menolak air) sehingga cepat diurai bakteri. Sedangkan untuk plastik berwarna merah dan hitam terjadi perubahan struktur polimer dari hidropobik ke hidrofilik (menyerap air), sehingga sulit bakteri kesulitan untuk mengurainya.

“Percobaan ini masih dalam skala laboratorium. Secara teoritis bisa diaplikasikan di lapangan dengan cara penyemprotan bakeri yang sudah diberi nutrien (makanan). Cara itu juga sangat efektif karena nutrien terbatas, sehingga tidak akan terjadi booming karena bakteri akan mati jika nutrien habis,” ungkapannya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar ini menambahkan penelitian tersebut dimotori atau dibimbing dua orang dosen. Dirinya dan Ulfa Triani A Latief. Dosen mikrobiologi. Kedepannya kami akan mengembangkan penelitian tersebut kearah perairan.

Kenapa? Karena laut dinyatakan sudah tercemar micro plastik. “Secara teori ini bisa dilakukan. Bahkan bisa lebih cepat karena plastik masih dalam bentuk yang sederhana yakni mikro, belum yang kompleks. Semoga hal ini bisa dilakukan, dan memberi dampak positif untuk lingkungan,” tambahnya. (*)

0 Komentar