Jalan Butut Sulitkan Evakuasi

Jalan Butut Sulitkan Evakuasi
TERUS DICARI: TNI dan BPBD saat melakukan proses pencarian korban yang diduga tertimbun dalam reruntuhan puing bangunan di Desa Sirnaresmi, Cisolok, kemarin.
0 Komentar

Yang menjadi persoalan terkadang sosialisasi mitigasi itu diberikan untuk warga setempat atau lokal, tapi ternyata ada warga dari luar daerah itu yang datang ke tempat rawan tersebut.

Dia mencontohkan dalam bencana tsunami di Pandeglang dan Serang ternyata yang banyak menjadi korban adalah wisatawan.

Sebelumnya, Kabag Humas BMKG Taufan Maulana menuturkan BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat. Termasuk untuk wilayah Sukabumi yang mengalami bencana alam tanah longsor. ”Peringatan BMKG menyebutkan pada pukul 15.00 WIB berpotensi hujan sedang hingga lebat,” katanya.

Baca Juga:Berhasil Meriahkan Pergantian Tahun di Majalengka18 Ton Sampah Terkumpul di Tahun Baru

Kondisi hujan lebat dan disertai angin kencang itu diperkirakan cukup lama hingga pukul 17.00 WIB. Sementara merujuk pada peta perkiraan curah hujan BMKG, sepanjan Januari 2019 seluruh wilayah Indonesia curah hujannya berbeda-beda. Rata-rata untuk pulau Jawa adalah curah hujan tinggi dan menengah.

Berkaitan dengan penanganan sejumlah bencana di Indonesia, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, pada saat bencana terjadi, maka langsung diaktifkan sistem penanggulangan secara terpadu.

Khusus penanggulangan terpadu, Kemensos bertugas dalam klaster perlindungan dan pengungsian serta klaster logistik. ”Fokus penanganan adalah evakuasi pengungsi ke tempat aman,” jelasnya.

Serta kelompok rentan yang terdiri atas lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan lainnya. Instansinya juga memiliki personel taruna siaga bencana (tagana), logistik seperti makanan, sandang, serta kebutuhan keluarga dan anak.

Untuk diketahui, peristiwa longsor bermula saat hujan deras mengguyur Kecamatan Cisolok. Beberapa jam sebelum pergantian tahun, tepatnya pada pukul 17.30 longsor tiba-tiba menerjang pemukiman warga.

Setelah kejadian, jaringan listrik padam. Hal tersebut juga menghambat jaringan komunikasi. Termasuk di antaranya telepon seluler. Sehingga jumlah korban sempat simpang siur. Komunikasi dengan tim di lapangan hanya bisa menggunakan radio komunikasi atau handy talkie. (yul/yan/ign)

0 Komentar