oleh

Wahid Disogok Sandal dan Tas

BANDUNG -Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Bandung, Wahid Husen, diduga melakukan tindak pidana korupsi atas dugaan suap yang diterima dari warga binaan. Dalam sidang perdananya Wahid dikenai pasal yang berbeda dalam dakwaan primair dan subsidair Undang-Undang tindak pidana korupsi.

Dalam dakwaan primair, Wahid Husen melakukan tindakan pidana korupsi (tipikor) sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf b Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Baca Juga:  Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan akan Dilaksanakan Sore Ini

Dakwaan dibacakan tiga Jaksa Penuntut Umum KPK salah satunya Trimulyono Hendradi di ruang sidang tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bandung, kemarin (5/11).

Dalam dakwaannya menyebutkan, terdakwa dengan Hendry Saputra (penuntutan terpisah) telah melakukan atau turut serta melakukan beber­apa perbuatan yang harus di­pandang sebagai perbuatan berdiri sendiri-sendiri sehing­ga merupakan beberapa keja­hatan, selaku pegawai negeri atau pejabat Negara.

”Yakni menerima hadiah se­jumlah uang dan barang dari warga binaan (narapidana) lapas Sukamiskin. Sebagian besar hadiah itu diterima ter­dakwa melalui Hendry Saputra yang berperan sebagai staf dan sopir pribadinya,” katanya.

Baca Juga:  RSPAD Pastikan Vaksin Nusantara Ikuti Kaidah Ilmiah

Terdakwa Wahid menerima hadiah dari beberapa warga binaan, dari Fahmi Darma­wansyah satu unit mobil dou­ble cabin 4×4 Mitsubishi Tri­ton, sepasang sepatu boot, sepasang sandal merek Ken­zo, sebuah tas clutch bag me­rek Luis Vuitton dan uang total Rp 39.500.000.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga