Ajay Bantah Ikut Bermain Proyek

Ajay Bantah Ikut Bermain Proyek
TUNTASKAN YANG TERTUNDA: Proyek pembangunan Pasar Atas Cimahi yang sempat mangkrak di zaman Wali Kota Atty akhirnya kembali dilanjutkan dimasa kepemimpinan Ajay M. Supriatna.
0 Komentar

CIMAHI– Beberapa kontraktor yang menamakan dirinya Forum Komunikasi Pengusaha Cimahi, merasa kecewa dengan kepemimpinan Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna. Sebab, sejak dipimpin Ajay, mereka menuduh ikut bermain dalam proyek pemerintah.

Ketua, Forum Komunikasi Pengusaha Cimahi, Maruli SH mengungkapkan, dari hasil diskusi FDPC terungkap
beberapa masalah harus diatasi agar tidak menimbulkan kekisruhan antar pengusaha kontraktor.

“Kami kecewa dengan sikap Ajay yang menugaskan dan mempercayai pengusaha pengadaan. Selama ini BOEP dan NI yang mengatur dan mengkondisikan paket kegiatan 2018 yang ad di SKPD,” ujarnya, melalui sambungan telefon, kemarin (14/10).

Baca Juga:GNPF Ulama Terjunkan Saksi Kawal PemiluDPRD Soroti Dampak Sosial Kereta Cepat

Menurutnya, saat ini telah terjadi monopoli paket kegiatan yang ada di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) oleh kelompok yang mengatasnamakan tim wali kota, baik yang berasal dari partai politik ataupun simpatisan. Sehingga berdampak kepada pengusaha asli orang Cimahi yang hanya sebagai ‘penonton’.

“Memang ada (kebagian) tapi tidak maksimal. Termasuk organisasi konstruksi seperti Gapensi juga sekarang tidak diakui keberadaanya,” ujar Maruli.

Maruli menganggap, Ajay sebagai walikota hanya memanfaatkan posisi kepala daerah untuk mencari keuntungan bisnis ketimbang memberi pelayanan kepada masyarakat.”Itu opini yang berkembang dimasyarakat saat ini,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh Cimahi yang juga mantan Ketua KNPI Cimahi, Muhya Hadian mengungkapkan, Cimahi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara rekanan pengusaha dan birokrasi. Sebab, pembangunan sarana prasarana berasal dari dana pengusaha khususnya pengusaha Cimahi.

“Kalau wali kota mencari dan memilih pengusaha yg datang dari luar kota, memang itu tidak salah tetapi perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini adalah pemerintah tidak memakai pengusaha lokal atau pengusaha yang berasal dari Cimahi, padahal, para pengusaha Cimahi sudah jelas ikut berkontribusi dalam pembangunan kota sejak Cimahi berdiri.

“Kalau sekarang tidak dipakai atau tidak diajak bicara maka wali kota salah besar,” bebernya.

Baca Juga:Dinsos Verifikasi Warga MiskinAhli Tsunami ITB Lakukan Penelitian di Sulsel

Saat dikonfirmasi, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhamad Priatna mengaku bingung dengan tuduhan dari segelintir masyarakat yang menyebut dirinya memonopoli semua proyek yang ada di Kota Cimahi. Sebab, selama ini dia tidak tahu siapa pemenang tendernya. Terlebih, proses tender sudah ditangani oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP).

0 Komentar