Untuk membangun sinergi kita harus bisa memilih dan memilah sarana ataupun media apa yang tepat. Memanfaatkan teknologi menjadi sebuah keharusan di zaman sekarang ini. Banyak manfaat yang bisa diambil terutama dalam membangun jejaring dan juga kerjasama. Saya secara pribadi merasakan betul manfaat dari adanya media sosial yang ada saat ini.
Meskipun, terkadang banyak juga yang salah dalam menggunakan sehingga berefek negatif. Namun, seperti kita ketahui bahwa teknologi akan senantiasa mempunyai dua sisi yaitu sisi positif dan juga negatif.
Dalam bersinergi para guru bisa melakukannya dengan rekan guru di internal sekolah ataupun luar dari sekolah, dari dunia nyata hingga dunia maya. Saya mempunyai pengalaman pribadi saat sesama guru yang tergabung dalam komunitas guru penulis mengadakan proyek penulisan buku. Buku tersebut berisi tulisan-tulisan dari 20 penulis seluruh Indonesia yang tergabung dan bersedia untuk menulis tentang tema yang sudah di tentukan sebelumnya.
Baca Juga:Berbagi Edukasi Bersama Siswa Berkebutuhan KhususZohri dapat Dukungan Selebriti
Pada akhirnya lahirlah sebuah buku hasil kerja bareng atau hasil sinergi di antara guru se-Indonesia melalui dunia maya. dalam proses penulisan buku hingga penerbitan buku tanpa sekalipun kami, khususnya saya bertemu langsung dengan penulis-penulis dalam buku tersebut. Namun, demikian dengan kekuatan dunia maya dan juga media sosial itu bukanlah menjadi sebuah halangan dan rintangan untuk berkarya. Karena, karya untuk saat ini tidak terbelenggu oleh ruang dan waktu. Siapapun, dimanapun asal ada niat dan kemampuan maka kita akan bisa mewujudkan.
Penjelasan di atas hanyalah contoh kecil dari sebuah sinergi. Tentunya akan banyak hal yang para rekan guru alami, bahkan mungkin lebih hebat lagi. Maka, untuk menjadi guru, sinergi adalah menjadi sebuah keharusan. Tanpa itu tidak ada kemajuan. Dengan sinergi itu maka kemampuan dalam kepribadian, sosial, profesional bahkan pedagogic senantiasa terus di asah dan dikembangkan.
Selain bersinergi guru juga secara bersamaan di tuntut untuk senantiasa berlomba dalam kebaikan. Dalam islam di kenal dengan istilah Fastabiqul Khairat. Bahasa lainnya mengatakan guru harus mampu berkompetisi. Guru adalah petarung, guru harus mampu menjadi pemenang. Pemenang di sini tidak melulu di artikan harus mengangkat piala, bisa jadi pemenang adalah guru mampu untuk keluar dari zona amannya. Sebagai contoh ada sebuah kompetisi untuk guru berprestasi, bagi seorang guru pemenang maka kegiatan tersebut tentunya dia akan ikut. Proses mengikutinya itu adalah sebuah proses yang bisa menjadikan guru di sebut pemenang. Meskpun, di akhirnya ia tidak menjadi pemenang. Begitulah, seharusnya menjadi seorang guru berani mencoba dan keluar dari zona nyaman.
