Asian Games jadi Branding Indonesia

Asian Games jadi Branding Indonesia
0 Komentar

Kementerian Pariwisata memperkirakan pemasukan dari belanja atlet, official dan penonton mancanegara sekitar USD 230 juta (sekitar Rp 3,3 triliun) selama event AG. Pemasukan itu untuk biaya hotel, wisma atlet, transportasi, makan minum, dan souvenir. Diperkirakan jumlah peserta dan penonton mancanegara sekitar 170 ribu orang. ”Terdiri dari atlet 10.000 (orang), official 5.000, media 5.000, dan penonton 150.000,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya saat diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Saleh Afif, Kementerian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kemarin.

Kemenpar juga telah menjual tujuh destinasi utama wisata bagi pengunjung AG. Lokasinya berada di Jakarta, Jawa Barat, Palembang, Jawa Barat, Jateng-Yogyakarta, Jatim-Banyuwangi, dan Bali-Komodo. ”Kami sudah menyusun 75 paket wisata Asian Games. Juga ada paket wisata bundling dengan tiket pertandingan,” jelas Arief.

Dari catatan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta saja, akan ada pembukaan lapangan kerja bagi 57.300 orang. Nilai tambah bagi ekonomi riil di Jakarta sebesar Rp 6 triliun. Sedangkan upah rill masyarakat akan naik 0,46 persen. Sementara di Sumsel, pembukaan lapangan kerja baru terbuka bagi 51.500 orang. Hal itu membuat peningkatan upah riil akan naik 0,36 persen.

Baca Juga:Simpan Owi/ButetJustin tetap Pede Hadapi Asian Games

”Kesemuanya itu akan membawa dampak bagi PDB (produk domestik bruto) Indonesia yang nanti akan bisa kita lihat setelah event-nya berakhir. Itu juga akan memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi jika ditambah dengan hasil dari pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali Oktober nanti,” kata Kepala Bappenas Bambang Drodjonegoro.

Menurut Bambang, Indonesia berpotensi menghasilkan output ekonomi yang lebih besar dari AG. Sebab, Indonesia tidak banyak membangun venue baru untuk event ini. kebanyakan hanya merenovasi venue sehingga tidak membutuhkan pengeluaran yang sangat besar.

”Harus dibandingkan juga karena kita tidak akan seperti Olimpiade Rio de Janeiro yang tidak begitu sukses dan juga di Yunani. Banyak membangun fasilitas baru tapi efeknya ke ekonomi tidak sebesar yang diharapkan,” ujarnya. (jun/rin/ign)

0 Komentar