BANDUNG — Fakultas Ushuluddin anggkatan 85 yang waktu itu masih disebut Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (SGD) mengelar acara temu kangen yang dihadiri hampir seluruh angkatan.
Dosen Fakultas Ushuluddin Zaenal Abidin mengatakan, Menurutnya, acara ini diselenggarakan setelah 28 tahun berpisah. Namun, setelah dilakukan komunikasi kembali disepakati untuk kembali bertemu melepas dan mengenang ketika masa-masa kuliah dulu.
“Saya bangga para alumni banyak orang orang dilapangan dan berkiprah untuk masyarakat,” jelas Zaenal ketika ditemui kemarin. (29/7).
Baca Juga:Anton Charliyan Deklarasikan #J2PMenyerah, Opang Cikoneng Jadi Hijau
Dia menilai, kiprah alumni-alumni ushuluddin dalam kehidupan berbangsa tidak berhenti pada bidang keagamaan saja. Sebab, banyak bagian dari alumni yang sudah berkiprah menyumbangkan pemikiranya baik di pemerintahan, pengusaha, dan politik.
Zaenal berharap, para alumni ini bisa membimbing generasi sekarang agar bisa berkiprah sesuai dengan irama pembangunan saat ini. Sehingga, kedepannya akan menjadi kader pembangunan melalui disiplin ilmu yang mereka miliki.
Sementara itu ditempat yang sama koordinator Reuni Fakultas Ushuluddin Angkatan 1985 Memed Sutardi mengaku merasa terhormat dengan kedatangan mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang turut menghadiri reuni tersebut.
Menurutnya, Aher merupakan salah satu contoh dari Alumni Ushuluddin yang sukses meniti karir dipemerintahan maupun politik.
“Benar bahwasannya Bapak Ahmad Heryawan terdaftar di fakultas Ushuluddin dan merupakan alumni Fakultas Ushuludin angkatan 1985,”ungkap Memed.
Sementara salah satu peserta reuni Juni Susan mengatakan, acara ini sangat memiliki kesan mendalam. Sebab, selama 28 tahun berpisah akhirnya dapat dipertemukan kembali dalam kondisi berbeda.
Kendati begitu, dia menkankan pada intinya acara ini sebagai bentuk jalinan silahturahmi untuk menyambung kembali komunikasi yang terputus selama lulus kuliah dulu.
Baca Juga:Mendorong Honorer Kota Bandung Berstandar Upah UMKLelang Proyek Baru 50 Persen
“Beberapa kawan ada yang menjadi TNI, POLRI dan PNS maupun pengusaha,”ucapnya.
Juni menambahkan, dari latarbelakang para alumni dapat ditarik kesimpulan bahwa fakultas Ushuludin bukanlah disiplin ilmu yang tidak memiliki masa depan. Namun, pada kenyataannya para Alumni telah berhasil membuktikan telah menjadi pribadi sukses.
“Meskipun tidak diminati, tapi kenyataan dilapangan banyak lulusan dari Fakultas Ushuludin menjadi politikus, Aparat Negara, dan Aparatur Sipil Negara. Tapi yakinlah Kalau mau belajar dengan maksimal di fakultas Ushuluddin bisa menjadi apa apa dan bisa jadi siapa siapa,”pungkas Juni Susan. (jat/yan)
