Jamin Menu Makan, Larang Swafoto

Jamin Menu Makan, Larang Swafoto
HENDRA EKA/JAWA POS
ATURAN HAJI: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) bersama pimpinan Komisi VIII DPR usai rapat di Senayan, Jakarta.
0 Komentar

Menurut Direktur Bina Haji Kemenag Khoirizi H. Dasir, tim P3JH adalah para petugas pelayanan umum yang memiliki kemampuan medis. ’’Tim ini terdiri atas 20-an petugas yang berasal dari ru­mah sakit haji, universitas Islam negeri yang memiliki prodi kedokteran, serta rumah sakit TNI-Polri yang ditetap­kan langsung oleh Kemenag berdasar persyaratan-persy­aratan yang dibutuhkan,” terangnya.

Menurut Khoirizi, tim P3JH disiapkan untuk mengisi ke­kosongan petugas di titik-titik kritis. Titik kritis itu biasanya kurang terlayani secara mak­simal karena keterbatasan jumlah petugas pelayanan umum dan kesehatan. ’’Khu­susnya pada masa puncak haji di Arafah-Mina-Muzda­lifah (Armina),’’ terangnya.

Dia menjelaskan, tim P3JH akan dioptimalkan pada hari pertama lontar jumrah. Saat itu para jamaah haji In­donesia melakukan perjalanan sejauh 2 kilometer dari pe­mondokan di Mina ke Jama­rat untuk melempar jumrah aqabah. Jarak yang jauh mem­buat sebagian jamaah me­rasa kelelahan. Bahkan, tidak sedikit yang harus digendong karena tak mampu melanjut­kan perjalanan. Nah, para petugas itulah yang akan mengantarkan jamaah yang kelelahan. ’’Mereka ditugasi mengantar jamaah kembali ke pemondokan di Mina,” tuturnya.

Baca Juga:5 SMP Miliki Zonasi 50 PersenDansektor 21 Terus Telusuri Pabrik Bermasalah

Tim tersebut akan bersinergi dengan tim lain. ’’Perpaduan tim gerak cepat (TGC) Kemen­kes, P3JH, dan petugas perlin­dungan jamaah diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelayanan. Dengan begitu, kehadiran negara melalui pe­tugas yang siap melayani jamaah akan lebih dirasakan,” terang­nya. (oni/c7/ttg)

0 Komentar