Ada juga yang mempertanyakan mengapa pusat keilmuan saat ini berada di barat. Kata TGB, hal itu terjadi bukan dalam proses yang instan, melainkan perjuangan yang lama hingga akhirnya bisa menciptakan pusat keilmuan di barat. TGB mengimbau mahasiswa ITB belajar dengan sungguh. Dan keilmuan Islam sesungguhnya telah hanyut di aliran sungai Tigris saat seluruh literatur Islam dihancurkan dan dihanyutkan disungai yang berada di Baghdad tersebut.
“Jika perlu datangi pusat keilmuan di barat untuk kembali ke Tanah Air dan mengembangkannya serta memberikan kemanfaatan yang besar bagi masyarakat Indonesia. Tidak bisa hanya doa dari Masjid Salman, karena dunia barat bisa sampai titik ini bukan karena berleha-leha. Anak-anak ITB, pijakan kaki kalian ke pusat keilmuan di dunia, bukan untuk tenggelam tapi untuk kembali,” kata TGB menambahkan.
