oleh

KBB Kekurangan Tenaga Medis Berstatus PNS

NGAMPRAH- Kabupaten Bandung Barat masih kekurangan tenaga medis berstatus pegawai negeri sipil (PNS) terdiri dari seorang dokter, perawat hingga bidan. Kekurangan itu terjadi sejak pemerintah pusat melakukan moratorium terhadap penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), sementara setiap tahun tenaga medis berstatus PNS di Kabupaten Bandung Barat yang memasuki masa pensiun mencapai 20 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Hermawan Widjajanto mengungkapkan, untuk membantu para tenaga medis berstaus PNS, pihaknya dibantu oleh tenaga medis berstatus tenaga kerja kontrak (TKK) yang disebar ditiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) hingga puskesmas.

Baca Juga:  Kembali Melonjak, Harga Daging Sapi di Kabupaten Bandung, Dinas Pertanian Beri Solusi

“Tenaga medis berstatus PNS totalnya ada 836 orang termasuk yang bekerja di lingkungan Dinas Kesehatan. Sementara, untuk jumlah tenaga medis berstatus TKK mencapai 1.300 orang. Perbandingannya memang jauh sekali, lebih banyak TKK. Idealnya, 1.300 TKK itu bisa diangkat menjadi PNS,” katanya ditemui di Ngamprah, kemarin.

Hermawan menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa tahun 2018 akan dibuka CPNS di bidang kesehatan. Hal itu disambut baik mengingat Kabupaten Bandung Barat sudah sangat membutuhkan tenaga medis berstatus PNS. “Kalau sudah pasti dibukanya CPNS, kami berencana akan mengajukan sekitar 400 tenaga medis berstatus TKK yang sudah memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi PNS,” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga