”Selain itu, bahas juga soal komitmen bersama yang dibentuk Pemerintah Jepang dan Indonesia soal lingkungan dan pengelolaan sampah,” jelasnya.
Dalam kerjasama ini, kata dia, Jepang akan ikut terlibat dalam pengelolaan sampah terutama di Legok Nangka. Meski begitu, Jepang memerlukan jaminan atau kepastian terhadap kualitas dan kuantitas limbah yang masuk. Termasuk jaminan pasokan utilitas listrik dan air.
”Saya berjanji akan terlibat dalam kegiatan kerjasama ini, dan mengharapkan forum ini akhirnya dapat mengeluarkan solusi yang baik bagi Jabar dan Indonesia secara umumnya,” katanya.
Baca Juga:Menjaring Peserta Didik Baru di Zaman NowKickoff Liga 1 Bisa Mundur
Dia memaparkan, teknologi incinerator yang digunakan di Jepang dinilai ampuh dan sangat memungkinkan untuk diterapkan di Jabar. Bahkan, wilayah Indonesia.
