55 Persen Pelajar Tak Pakai Helm

55 Persen Pelajar Tak Pakai Helm
SAYANGI KEPALA: Seorang polisi cilik saat membantu mengenakan helm pada temannya dalam acara program sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalulintas di Taman Lalu Lintas, Kota Bandung Ade Irma Suryani, kemarin (28/2).
0 Komentar

”Jumlah kepolisan lalu lintas Polrestabes Kota Bandung juga terbatas, sehingga jika ada bantuan dan kesadaran dari berbagai pihak, kami sangat terbantu,” kata Dewi.

Lanjut Dewi, Polrestabes selalu meberikan imbauan pada masyarakat khususnya orang tua agar tidak mengizinkan anak-anaknya untuk menggunakan kendaraan sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan cukup umur. Sebab orang tua menjadi penting, karena pendidikan yang efektif kepada anak berasal dari lingkungan keluarga. ”Pendidikan yang paling utama adalah rumah, karena semua di mulai dari sana,” kata Dewi.

Sebut dia, edukasi bisa dilakukan melalui perilaku yang kecil dan sederhana, misal dalam kebiasaan menggungkan helm. Jika orang tua terbiasa mengantarkan anak ke sekolah tanpa menggunakan helm, maka sang anak akan memiliki pola pikir serupa bahkan hingga dewasa. ”Nanti bisa menjadi kebiasaan bahwa helm tidak penting. Tetapi jika di rumah sudah tertib maka anak-anak ini akan tertib juga,” terangnya.

Baca Juga:Garuda-BSB Siapkan Mental TandingUji Tanding untuk Matangkan Skema

Dewi pun mengimbau, bagi para orang tua dan pihak sekolah untuk bersinergi dengan kepolisiaan untuk membentuk pola kebiasaan tertib dalam berlalu lintas kepada anak sejak usia dini. ”Saya berharap, orang tua, dan sekolah, bisa bersinergi bersama kepolisian. Satu irama dan sejalan bahwa pendidikan karakter usia dini itu jauh lebih penting,” pungkasnya. (pan)

0 Komentar