oleh

Kompak Gugat Ibu Kandung

BANDUNG – Sengketa warisan antara ibu dan anak kembali terjadi. Kali ini menimpa Cicih, 78, warga Jalan Embah Jaksa, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Dia digugat empat anak kandungnya karena menjual warisan almarhum suaminya yang telah dihibahkan kepadanya.

Keempat anak antara lain, Ai Sukmawati, Dede Rohayati, Ayi Rusbandi, dan Ai Komariah. Rincian gugatan antara lain materil Rp 670 juta, terdiri atas harga bangunan senilai Rp 250 juta dan harga tanah Rp 5 juta per meter. Untuk imateril, berupa kehilangan hak subjektif yaitu hak atas harta kekayaan, kehilangan kepastian hukum, dan kehormatan di masyarakat, yang dinominalkan sebesar Rp 1 miliar.

Kuasa Hukum Ibu Cici, Hotma Agus Sihombing menjelaskan, dalam gugatan itu tercatat dalam Perkara Perdata Nomor: 18/PDT.G/2018/ PN BDG itu, diketahui jika almarhum suami Cicih, S. Udin sudah membagikan harta kepada anaknya.

Rinciannya, kata dia, tanah dan bangunan di Jalan Embah Jaksa Nomor 19 RT 01/RW 01 Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Kemudian tanah dan kebun di Cilengkrang, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, dan sawah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

”Anak-anaknya tersebut diwarisi luas tanah dengan ukuran berbeda,” ucap Hotma, kemarin (21/2).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga