Penanda Kota Tua Tak Sesuai Konsep

kota tua
KOTA TUA: Bangunan bersejarah De Majastic merupakan bekas bioskop ternama saat zaman Hindia Belanda terletak di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.
0 Komentar

”Dulu di Romawi gerbang gerbang seperti itu untuk penanda kemenangan atas perang. Jadi pas pasukan pulang perang, terus menang. Ya dikasih gerbang seperti itu sebagi monumennya,” jelasnya mengingatkan.

Dia menilai dari segi bagunan masih belum mencermikan kota Bandung yang seutuhnya. Secara subjektif maupun secara fungsionalnya tidak ada fungsinya.Menurutnya, jika ada gerbang masuk berarti harus ada gerbang keluarnya.

”Saya nggak tahu mana batasnya mana penanda kota tua itu, ada atau memang kalo itu monumen dalam radius sekian itu ada kota lama saya tidak tahu juga. Saya tidak tahu kenapa konsep itu yang dipilih. Padahal kita punya monumen monumen yang bagus,” ungkapnya.

Baca Juga:Belum Percaya, Sebelum Naik Media CetakTransportasi Online Masuk Bandara

Bahkan dia berfikir itu gerbang tematik, untuk menunjukan suatu tempat seperti Pecinan (pemukiman China) yang memiliki karaternya tersebdiri. ”Terus terang saja, saya tidak tahu itu konsepnya seperti apa karena tidak pernah dikonsuktasikan dulu. Mengapa koq ada seperti ini. Koq bentuknya seperti itu,” tutupnya.

Senada dikatakan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jabar Robby Dwikojuliardi. Dia mengatakan pembuatan gerbang yang saat ini sudah dan sedang dikerjakan memang tidak sesuai dengan konsep. Dia mengibaratkan, jika bangunan penanda itu akan mengambil konsep zaman Belanda, namun apa yang dibuatnya saat ini tidak sama.

”kalau ngambii konsep Belanda. Harusnya semua sisinya sama, tapi ini mah sisi kiri kanannya gede pas di tengahnya kecil, jadi saya lihat itu biasa aja dari segi arsitekturnya,” pungkasya. (pan/ign)

0 Komentar