Diaudit PWC, Jaga Kepercayaan Publik

Diaudit PWC, Jaga Kepercayaan Publik
CHANDRA SATWIKA/JAWA POS
MAMPU MANDIRI: Presiden Joko Widodo (keempat kiri) saat menghadiri pembuakaan Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (16/1). Penyelenggaraan turnamen Piala Presiden tanpa menggunakan anggaran Negara.
0 Komentar

PERTANDINGAN Piala Pre­siden jadi salahsatu ajang pembuktian jika Indonesia mampu menyelenggarakan sebuah pertandingan ber­kualitas, bersih dan transpa­ran. Yang membanggakan Dana penyelenggaraan event itu tidak menggunakan biaya negara (APBN/APBD/BUMN).

”Ini baru petama kali terse­lenggara di Indonesia. Presi­den Jokowi (sapaan akrab Presiden RI Joko Widodo, Red.) meminta ajang Piala Presiden ini dapat transparan. Beliau menyebutkan beri contohnya, jangan ngomong ngomong transparan tapi tidak ada buk­tinya. Maka kita buktikan, bahwa kita juga bisa kok,” kata Ketua Steering Commite Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait saat menyaksikan babak penyisihan Grupa A Piala Presiden 2018 antara Persib Bandung kontra PSM Makas­sar di Stadion Gelora Bandung Lautan Apil (GBLA) Jumat (27/1) malam.

Bentuk transparansi Piala Presiden tak muluk mu­luk seluruh elemen pertandingan langsung diau­dit auditor swasta dari Price Water­house Coopers (PWC). PWC meru­pakan kantor jasa professio­nal terbesar di dunia saat ini. Kantor ini dibentuk pada tahun 1998 dari penggabung­an usaha antara Price Water­house dan Coopers & Lybrand dengan kantor Pusat di Lon­don, Britania Raya.

Baca Juga:Peserta Bola Tangan Minim, Hanya Diikuti 10 SekolahPolisi Jadi Plt Gubernur, Dedi: Mendagri Offside

”Saya mengawal Enam visi misi Piala Presiden, per­tama transparansi. Kita di­audit Price Waterhouse Coopers (PWC). 2015, 2017, 2018 dan ini yang ketiga selalu hasilnya baik. Saya juga pastikan hasilnya harus baik dan transparan karena yang mengaudit adalah lem­baga yang sangat dipercaya secara internasional. Juga tidak menggunakan uang negara, APBN/BUMN, tidak. Saya tidak pernah meng­gunakan itu,” tandasnya.

Sementara untuk menjadi sebuat tontonan yang ber­kualitas, Piala Presiden dip­astikan tidak ada pengaturan skor yang bisa mencederai sportifitas. ”Fair play itu artinya tidak ada peng­aturan skor. Maka­nya kan ada juga tim tim ung­gulan, tapi bisa kalah.Sepak bola itu tidak boleh diatur, kalau mau menang ya latihan. Pilih pemain yang bagus, yang berkarakter. Pelatih yang ba­gus. Buat strategi yang bagus dan latihan yang benar, gitu ya. Jangan mau ngatur ngatur skor atau berantem. Ya Kalau mau menang, ya berproses itu yang baik,” ungkap Maru­arar yang sudah kali ke tiga menjadi Ketua SC Piala Pre­siden tersebut.

0 Komentar