RANCAEKEK – Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bandung secara rutin menyelenggarakan pertemuan dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa, Orkemas, LSM, dan Komunitas Sosial.
Ketua IPSM Kabupaten Bandung Yuyung Indra Cahya mengatakan, IPSM adalah wadah berhimpun PSM sebagai media koordinasi, konsultasi, pertukaran informasi dan berbagai pengalaman. Sehingga, bisa menularkan ilmu kemampuan administrasi dan teknis di bidang kesejahteraan sosial.
Selain itu, pertemuan ini biasa dilakukan sebagai bentuk koordinasi dengan unsur PSM Desa. Bahkan, untukbertukar pikiran himpunan-himpunan yang bergerak dibidang Sosial di undang.
Baca Juga:Pemuda Minta Bersinergi dengan Pemkot CimahiPercepat Pembangunan Akses Non Tol
’’Ini bagian juga bagian dari silahturahmi, dan saling menguatkan mengnai permasalahan sosial dilingkungan,” jelas Yuyung di kantor Desa Bojong Salam, Kecamatan Rancaekek, kemarin (24/1)
Yuyung menjelaskan, keberadaan kordinasi rutin ini sangat diperlukan dalam peran pemerataan kesejahteraan sosial, melalui antar komunikasi dari berbagai pihak.
Dirinya memaprkan, secara mekanisme di Kecamatan ada Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) seseorang yang diberi tugas untuk melaksanakan pendampingan dalam penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.
’’Jadi Kordinasi ini bagian dari konsultasi, edukasi hingga beradu pendapat untuk mengentaskan penyandang masalah sosial,”ucap dia.
Yuyung menambahkan, semua lapisan masyarakat untuk berperan aktif ikut serta dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan sosial yang merupakan program yang diutamakan oleh pemerintah pusat. Sebab, di Rancaekek sendiri saat ini sudah banyak komunitas yang bergerak secara swadaya untuk ikut mengentaskan kesejahteraan sosial.
’’ Ada Rancaekek Comunity (RC), Lsm Aksi Peduli Indonesia (API), Gerakan Cinta Orang Rancaekek (Gacor) dan lain-lain,’’ tutup dia.
