LGBT Bisa Rusak Generasi Bangsa

LGBT Bisa Rusak Generasi Bangsa
RUSAK GENERASI: LGBT menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa akan menjadi tantangan terberat bagi generasi masa kini.
0 Komentar

BANDUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menilai tantangan terberat anak muda zaman sekarang yakni LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender. Hal itu akan menjadi salah satu faktor perusak penerus bangsa.

”Godaan anak muda zaman now banyak tapi yang terberat adalah LGBT, dan ini serangan perusak yang luar biasa,” tutur Iwa Karniwa kepada Jabar Ekspres usai acara Seminar Kepemudaan di Kampus Uninus Bandung, Kamis (21/12).

Diakui dia, memang untuk pemuda jaman ini tantangannya lebih berat disbanding dengan para muda mudi zaman dahulu atau sebelumnya. Dimana tantangan atau godaan tidak semasif saat ini, sehingga program untuk kepemudaan pun sedikit karena dinamika zaman dahulu tidak sedinamis dan berat saat ini.

Baca Juga:Seni Sunda Kudu Jadi Tuan Rumah di Negerinya SendiriJanji Cagub “Tumaritis”

”Kalau dulu, saya lihat perempuan dan perempuan atau laki-laki dan laki dua-duan nggak was-was. Sekarang justru was-was karena khawatir itu LGBT,” jelasnya.

Karena itu terang dia, hanya agamalah yang menjadi pedoman atau memfilter dari tantangan ataupun godaan LGBT. Selain itu, ditambah dengan pengetahuan soal dampak buruk dari LGBT akan memberikan pemahaman kepada para pemuda dan pemudi di Indonesia. ”Sehingga, pemuda zaman now (sekarang) tidak akan terjerumus ke bahaya LGBT,” terangnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap kepada para pemuda dan pemudi zaman ini untuk bisa menjaga diri dengan akhlak yang baik dari segala budaya yang merusak pemuda dan pemudi Indonesia secara sistematis ini. ”Saya yakin dengan pemahaman yang baik, akhlak yang baik dapat membentengi diri dari tantangan yang merusak,” katanya.

Di bsisi lain Iwa Karniwa menambah ada Empat yang harus dimiliki pemuda dan pemudi zaman ini agar bisa turut berkontribusi terhadap bangsa. Pertama pemuda harus terus meningkatkan kemampun ataupun keahlian yang positif yang dimilikinya. Sehingga akhirnya akan menjadi ahli atas apa yang sedang digelutinya. ”Dan ini salah satu barometer pemuda dan pemudi yang dapat memajukan bangsa Indonesia,” katanya.

Meski demikian, hal tersebut tidak cukup jika tidak dibarengi dengan networking. Maksudnya kata dia, pemuda harus membangun hubungan dengan semua pihak. Sehingga, apa yang dimilikinya dapat dikenal dan dapat mengaktualisasikan diri secara meluas. ”Dan akan dikenal oleh banyak orang sehingga apa yang menjadi karyanya akan lebih bermanfaat dan diketahui banyak orang,” ujarnya.

0 Komentar