Kisah-Kisah di Balik Syal Solidaritas Palestina

Kisah-Kisah di Balik Syal Solidaritas Palestina
0 Komentar

Adalah Abdillah Onim, warga negara Indonesia yang sudah beberapa tahun bermukim di Gaza, yang membawanya ke sini. Menurut Retno, Onim adalah partner pemerintah tiap kali memberikan bantuan yang diperlukan Palestina.

Di Gaza, pria asal Galela, Halmahera Utara, itu mendirikan balai kreatif untuk para janda yang harus menghidupi anak-anak mereka. Ada sekitar 30 ribu janda di Gaza saat ini.

Balai itu dilengkapi trainer, mesin jahit, bahan benang, kain, dan yang lain. Para janda diajari cara merajut, menjahit, dan membordir. Misalnya, bordir jilbab, syal, baju, gantungan kunci, dan hiasan dinding. ”Semua corak tentu beda,” jelasnya kepada Jawa Pos (Jabar Ekspres Group) Selasa (12/12).

Baca Juga:Stok Vaksin Difteri Aman77 Instansi Dalami Proposal Sinovik

Selain syal, tangan-tangan kreatif para janda di Gaza itu menghasilkan hiasan dinding, keffiyeh, gantungan kunci, dan dompet. Semua contoh produk itu dibawanya ke sini dan dihadiahkannya untuk Retno.

Retno, menurut Onim, sangat gembira menerimanya. ”Ini buat saya semua Bang Onim? Begitu kata Bu Menlu. Saya jawab, ’iya Bu, memang ini saya bawa spesial buat ibu’,” kata Onim.

Menurut Onim, semua itu hadiah dari para perempuan dan janda Palestina. ”Alhamdulillah kesampaian,” cerita Bang Onim yang sempat tidak percaya bisa bertemu langsung dengan Retno.

Onim tak menyangka syal yang dibawanya dari Gaza itu lantas viral sejak digunakan Retno menjadi senjata diplomasi. ”Saya sangat bangga. Saya senang karena ternyata pertemuan dan kehadiran saya di Indonesia yang hanya beberapa waktu tidak sia-sia,” ujarnya.

Anies juga menyebut syal yang dipakainya Jumat lalu diperolehnya langsung di Gaza. Persisnya ketika dia masih menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan.

Syal Anies merupakan perpaduan warna dasar putih aksen motif batik parang. Di bagian bawah syal tampak jelas paduan warna merah, hitam, dan putih dari bendera Palestina yang dipadukan dengan bendera Indonesia. Tak cukup sekali, Anies juga kembali mengenakan syal tersebut ketika berkantor di balai kota, Jakarta.

”Tentu dong, ini saya dapat ketika lagi peresmian Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Bentuk simbol persatuan Indonesia dan Palestina, satu motif batik, satu lagi motif serban Palestina,’’ katanya.

0 Komentar