Pernah Dibuntuti Dua Pria yang Bawa Parang

Pernah Dibuntuti Dua Pria yang Bawa Parang
HERMINA/KALTIM POST
SEMPATKAN WAKTU: Adi Nurwansyah (tengah), salah seorang pendiri RPS, bersama Suharyono sebagai koordinator lapangan.
0 Komentar

Agar lebih profesional, struktur di RPS juga dilembagakan. Terdiri atas ketua dan wakil, sekretaris, bendahara, koordinator lapangan, sampai humas.

RPS juga sedang berusaha melegalkan keberadaannya di Badan Kesatuan Kebangsaan Politik (Kesbangpol) Samarinda. Menurut Adi, legalitas penting agar RPS tidak dipandang sebagai komunitas setting-an.

Untuk sekretariat, sekarang berada di Jalan Belibis. Hasil sumbangan seorang anggota yang menyekat rumah yang dia sewa.

Baca Juga:Rotasi Kepala Dinas Digelar dalam Waktu DekatKlaim Salurkan Buku Rp 30 M

RPS juga kerap menjalin hubungan dengan komunitas lain. Terbaru, mereka turut membantu pencarian korban yang hanyut di sungai kecil di Jalan Teuku Umar, Lok Bahu, Samarinda.

Saat ini dua di antara 11 pendiri RPS sudah tidak berdomisili di Samarinda. Rizky Ilahi merupakan satu-satunya perempuan di antara 11 orang tersebut.

Seluruh pendiri adalah wiraswastawan dan pegawai swasta. Hanya Abdillah yang berstatus aparatur sipil negara. ’’Pak Abdillah adalah guru SMP,’’ jelas Adi.

Tapi, apa pun latar belakangnya, motivasi bergabung mereka sama: berbagi kepada sesama untuk menciptakan rasa aman. Suharyono, misalnya, bekerja mulai sore sampai malam. Selepas jam kerja, dia dedikasikan untuk jadi relawan.  ’’Saya bergabung di RPS karena panggilan hati nurani,’’ katanya. (fel/k11/JPG/c5/ttg/rie)

0 Komentar