BANDUNG – Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Barat (Dispora Jabar) menggelar workshop dengan mengangkat tema Peran Serta Fungsi Sarana Prasarana Olahraga dan Wartawan Olahraga dalam Pencapaian Prestasi Atlet Jawa-Barat.
Kegiatan yang digelar di Puri Khatulistiwa Hotel di Jatinangor Jawa Barat pada 6-7 Desember 2017 lalu itu menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dispora Jabar Heri Yuli, untuk meningkatkan sinergitas dan pengembangan dengan para awak media.
Menurutnya, pers saat ini merupakan salah satu mitra penting dan strategis untuk membangun prestasi olahraga. ”Media selama ini merupakan salah satu mitra kami yang sangat penting. Tanpa media mungkin banyak program yang tidak tersampaikan kepada masyarakat,” jelas Heri saat itu.
Baca Juga:3 Alasan Persib Bakal Bangkit di Musim DepanCiptakan Etos Kerja Melalui Porpemprov
Pihaknya juga ingin memetakan dan menyusun infrastruktur khususnya venue-venue olahraga yang tersebar di Jawa-Barat. ”Kami ingin ada masukan dari rekan-rekan media dan Disorda Kabupaten Kota termasuk memetakan venue dan atlet misal renang Kota Bandung, atletik Kuningan. Kita mulai kaget ketika ada tim verifikasi Asean Games, kita masih di bawah standar. Contohnya untuk lighting harus 1.600 MW, ternyata di stadiun itu hanya 800 atau 100 MW,” tambah Heri.
Disinggung soal aset, dia mengatakan setelah otonomi diberlakukan masing-masing kabupaten/kota punya kewenangan. Jadi bukan semuanya milik provinsi. Hanya ada delapan venue punya propvinsi, diantaranya satu di Arcamanik, tiga venue di ITB, dua venue di Saparua, terakhir pelodrum sepeda di Cimahi.
”Seperti beberapa waktu lalu kan ada momen PON, kepemilikan aset lahannya punya kabupaten. Provinsi hanya memberikan bantuan keuangan, untuk pemeliharaannya diserahkan kepada Kabupaten Kota,” tambah Yuli sambil memberikan contoh Stadion Bandung Lautan Api (BLA), dimana Provinsi memberikan anggaran melalui skema bantuan dana, namun BLA dikelola oleh kota.
Dirinya berharap, kemitraan antara Disorda Jabar dengan para insan pers dapat terus ditingkatkan. ”Kita ingin bersinergi. Kan di dunia olahraga ada prestasi dan non prestasi. Pemberitaan untuk olahraga prestasi relatif cukup, namun untuk non prestasi seperti tradisional diangkat lagi agar olahraga ini menjadi suatu kebutuhan. Disini peran media harus ditingkatkan,” pungkasnya.
