Pihaknya mewajibkan 180 kepala desa di Kabupaten Bekasi untuk hadir dan mengikuti proses acara hingga selesai. Selain kades, juga pelaksana jabatan kades akan diinstruksikan hadir.
”Kami akan mengerahkan segenap kemampuan kami dan ikut bertanggung jawab terhadap kelancara acara. Sebab, acara ini penting, bukan saja ajang silaturahmi tapi berbagi inovasi dan pembinaan desa. Termasuk seluruh desa di wilayah kami,” tuturnya.
Hanya saja, Uju mengingatkan kepada panitia agar mempertimbangkan kondisi dan cuaca akhir-akhir ini. Meski kerap diguyur hujan, pihaknya yakin panitia sudah mempersiapkan segalanya agar cuaca tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Baca Juga:Tunjuk Sudrajat Jadi CagubData dan Fakta Jelang Laga Derby d’Italia
”Kami dan masyarakat Kabupaten Bekasi sangat mendoakan agar pada pelaksanaannya suasana mendukung agar lancar,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bekasi Abdillah Majid didampingi Sekdis Yana Suyatna mengungkapkan, kegiatan Jade ini sangat berharga. Pihaknya, sudah memiliki Tim Inovasi Kabupaten dan Tim Pelayanan Inovasi Desa (PTID) di tingkat kecamatan. ”TPID ini bukan mencari inovasi. Melainkan memaksimalkan inovasi yang sudah berjalan,” ungkapnya.
Pihaknya akan menghadirkan sekitar 50 inovator untuk ikut dalam Bursa Inovasi Desa. Sebab, bukan saja soal pembangunan infrastruktur, melainkan ekonomi dan inovasi juga menjadi prioritas utama pembangunan desa.
”Karakter tiap desa kan berberda. Tapi aturan tetap sama. Ini sama halnya dengan ’studi niru’ bukan ’studi banding’. Meniru atau mereplika sesuatu inovasi yang sudah terbukti dan teruji berjalan dengan baik di desa,” urainya.
Kabid Bina Desa DPMD Provinsi Jawa Barat Wardhana menambahkan, panitia juga menghadirkan tenaga medis dan kesehatan untuk berjaga-jaga apabila kepala desa atau peserta mengalami sakit dan butuh bantuan medis. ”Termasuk antisipasi jika hujan melanda,” tegasnya. (and/rie)

