Strategi AMBU Membangun Warung Literasi

Strategi AMBU Membangun Warung Literasi
STIMULUS WARGA: Sri (kanan) menunjukan piagam penghargaan Terbaik I Kepala SD Katagori Karya Tulis Simposium Nasional Tahun 2017.
0 Komentar

Selama rentang waktu itu, justru sebut Sri dirinya malah menemukan banyak potensi yang belum tergali ditengah keterbatasan sekolah dari sisi sarana dan prasarananya. Potensi yang belum tergali itu justru dimiliki guru-guru termasuk para peserta didik itu sendiri.

Sehingga sebutnya, prioritas utama untuk mengembalikan kepercayaan dan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SDN Ciateul adalah melalui penyiapan pendidik dan tenaga kependidikan untuk lebih berdaya dan memiliki kemampuan mengoptimalkan potensi dirinya.

”Saya sangat yakin, bahwa jika ditemukan formula berupa strategi manajemen yang tepat dalam mengembangkan sekolah. Mengoptimalkan potensi pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik SDN Ciateul, maka akan dihasilkan warga sekolah unggulan yang berprestasi dan mampu mengaharumkan nama SDN Ciateul hingga masyarakat kembali dapat memberikan kepercayaannya kepada sekolah,” imbuhnya dengan penuh optimistis.

Baca Juga:Dulu seperti Becak, Kini 60 Km/JamKades Se-Jabar Berkumpul di Jade

Berdasarkan hal itulah dirinya kemudian merumuskan strategi untuk mengarahkan, memberi motivasi, berbuat memberi contoh dan keteladanan serta melakukan unjuk kerja dan unjuk hasil. Strategit itu dia berinama AMBU atau akronim dari Arahkan, Motivasi tingkatkan, Berbuat memberi contoh dan keteladanan serta Unjuk kerja dan unjuk hasil.

Sejak strategi AMBU dikembangkan dengan mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal budaya Sunda. Kegiatan literasi dengan strategi AMBU efektif memberikan kontribusi positif bagi keterlaksanaan empat program sekolah. Berbagai karya warga sekolah tercipta, beragam prestasi akademik maupun non akademik diraih SDN Ciateul dan warga sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan serta peserta didik. Dengan demikian kegiatan literasi dengan strategi AMBU mampu menstimulus warga sekolah untuk meningkatkan potensi diri menjadi warga yang unggul, literat dan berprestasi (Warung Literasi).

Menurut Sri, AMBU berasal dari bahasa Sunda yang berarti ibu, dalam kepercayaan Sunda buhun dikenal sosok yang bernama Sunan Ambu yaitu sosok perempuan ghaib penguasa khayangan yang dianggap sebagai ibu dari kebudayaan Sunda. Terinspirasi dari sosok Sunan Ambu tersebut dirinya mendapatkan beberapa hal yang dapat dikaitkan dengan kepemimpinan, yakni Sunan Ambu sebagai sosok penguasa yang berarti pemimpin, dalam hal ini dapat dikaitkan sebagai Kepala Sekolah dan Sunan Ambu sebagai sosok ibu yang mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak-anaknya yang didalamnya dapat penulis kaitkan dengan peranan kepala sekolah dalam mengelola sekolah. Berdasarkan hal tersebut, dia pun mengurai makna dan peran kepala sekolah sebagai pemimpin sehingga terciptalah strategi menajemen yang penulis beri nama strategi AMBU.

0 Komentar