200 Unggas Mendadak Mati Selama 2017

hayam-tetelo
0 Komentar

jabarekspres.com, NGAMPRAH-Sepanjang 2017, tercatat 200 unggas se­perti ayam, bebek, dan itik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditemukan mati men­dadak. Namun, dari hasil tes laboratorium dinyatakan seluruhnya negatif flu burung atau H5N1.

”Itu bukan flu burung. Melai­nkan positif Newcastel Diseas (tetelo). Bedanya kalau flu burung itu menular kepada manusia sementara kalau tetelo itu tidak menular,” kata Kadisnakan Ka­bupaten Bandung Barat Undang Husni Thamrin ketika ditemui kemarin (6/11).

Menurutnya, dengan cuaca dan kelembaban suhu udara ketika hujan, penyebaran penya­kit unggas dan flu burung bisa berkembang dengan cepat. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap flu burung ini yang bisa mengan­cam nyawa manusia.”Surat imbauan terus kita sebarkan ke setiap kecamatan desa karena sekarang sudah masuk musim hujan,” katanya.

Baca Juga:Pemkab Bandung Barat dukung Program BPJS KetenagakerjaanPengemudi Truk Sampah Pilih Mogok

Undang menyebutkan, bahwa lima wilayah di KBB seperti Kecamatan Padalarang, Ngam­prah, Cipendeuy, Cisarua dan Lembang rawan akan flu burung dan kematian unggas. Di dae­rah tersebut tercatat beberapa kali kasus kematian unggas jenis ayam dan itik dalam jum­lah yang cukup banyak.

”Daerah itu yang paling rawan, lantaran mobilitas masyarakat­nya pun cukup tinggi. Termasuk daerah tersebut juga padat po­pulasi, seperti sungai, pasar hewan dan tradisional,” katanya.

Lebih lanjut Undang menje­laskan, untuk populasi ayam buras atau kampung di KBB saat ini mencapai 1,8 juta ekor. Se­mentara ayam boiler 4,3 juta ekor dan ayam petelur 167 ribu ekor. Adapun untuk burung puyuh mencapai 3 ribu ekor dan itik sekitar 240 ribu ekor.

”Jumlah unggas di Kabupa­ten Bandung Barat cukup tinggi, makanya harus tetap diwaspadai,” terangnya.

Untuk menghindari muncul­nya penyakit flu burung, ujar dia, para peternak diminta tetap menjaga kebersihan pada mu­sim hujan ini. Selain itu, hewan ternak pun agar diberikan vita­min, dan pakan yang cukup.

”Ternak itu harus dalam kon­disi fit. Termasuk jika ada hewan sakit itu harus langsung dio­bati dan diisolasi atau dikaran­tina. Kandang pun harus menda­patkan sinar matahari,” katanya.

0 Komentar