Dengan mental yang turun jelas dia, beberapa pola permainan yang selama ini dilatih tidak berjalan dengan maksimal banyak bola yang terbuang percuma, dan tidak menghasilkan poin. ”Tadi saya liat mereka main gerogi, rebound banyak yang gagal,” terangnya.
Padahal sebutnya jika dilihat dari segi postur tubuh para pemain SMP Negeri 2 Bandung memiliki keunggulan, sayangnya anak asuhnya dirasakan kurang tenang saat bermain sehingga tidak bisa memanfaatkan keunggulan yang merka dapatkan. ”Dari postur tubuh mereka kalah, pertahanan mereka sering lepas, tapi itu tadi karena gerogi jadi banyak peluang yang lepas,” terang dia.
M. Daffa Raika, kapten dari tim SMP Negeri 2 Bandung mengakui jika teman-temanya tidak bisa optimal dalam pertandingan. Hal itu dapat dia rasakan dari pola serangan dan defense yang masih tidak berjalan dengan optimal. ”Secara keseluruhan memang mental kami belum matang, harus lebih semangat lagi dan optimistis,” ucapnya.
Baca Juga:BPK Holis Cukur SMPN 9 10-0Hadapi PSM, Persib Kembali Tanpa Pelatih Kepala
Lanjut Daffa untuk menghadapi laga selanjutnya harus bisa jaga kondisi kesehatan, biar makin siap mainnya. ”Sekarang yang pasti jaga kondisi di latihan lagi,” jelasnya.
Sementara itu pelatih SMP Negeri 9 Hilman Ahmad Fauzan mengatakan di menit akhir diakui dirinya dirinya kecolongan didefense dan gagal menaklukan SMP Negeri 9 Bandung. ”Anak anak sempat turun mentalnya karena poin mampu disamakan,” aku Hilman.
Dia pun menyayangkan hal itu bisa terjadi padahal sudah dua kali sempat memimpin laga namun tidak bisa di pertahankan. ”Dua kali momentun hilang,” tuturnya dengan nada kecewa.
Meski demikian dia memuji anak-anak asuhnya yang bisa menjalankan strategi dengan baik, hanya dari segi mental yang belum terasah sehingga membuat para pemain berlaga dengan tidak tenang dan berimbas pada hilangnya poin. ”Kita sudah antisipasi dengan memaksa tim lawan melakukan banyak pelanggaran, dan akhirnya bisa mengeluarkan pemain lawan,” tutupnya. (pan/ign)

