Perbanyak Pembuka Latihan Kerja

Perbanyak Pembuka Latihan Kerja
YULLY S YULIANTY/JABAR EKSPRES
BERIKAN BANTUAN: Anggota DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi memberikan bantuan peralatan menjahit untuk dimanfaatkan sebagai usaha dan melatih pemuda untuk berwirausaha dibidang konveksi.
0 Komentar

jabarekspres.com, SOREANG – Untuk mengurangi pengaguran diberbagai kota/Kabupaten di Indonesia kalangan Legislator pusat mengingatkan kepada kementria Tenaga Kerja agar lebih menitik beratakan kepada pembangunan Lembaga Pelatihan Kerja di daerah.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Komisi IX, Dede Yusuf Macan Efendi menyebutkan, dari anagkatan kerja yang ada di Indonesia sebanyak 130 juta, sekitar 6 persen atau 7 juta orang di Indonesia adalah pengangguran.

Sehingga, bila dihubungkan dengan anggka kemiskinan yang sudah mencapai 10 persen, angka pengangguran ini akan cenderung menjadi miskin, apabila melaihat angka kelulusan SMA/SMK setiap tahunnya sangat tinggi.

Baca Juga:Di Balik Pembuatan Magma Indonesia, Aplikasi Bencana GeologiKunci Permainan Barito, Persib Tidak Diperkuat Sejumlah Pemain

“Kan kalau lapangan kerjanya segitu-gitu saja, angkatan kerja setiap tahun selalu bertambah,”jelas Dede ketika ditemui kemarin (9/10)

Dede menilai, jika dilaihat dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia sampai sekarang belum mengalami kenaikan yang signifikan. Bahkan, perkembangan terakhir tercatat pertumbuhan masih di bawah 5 persen. Hal ini menunjukan untuk iklim investasi di Indonesia sangat kurang mengauntungkan. Ditambah, berbagai peraturaan birokrasi mengganjal iklim usaha.

“Jadi artinya banyak infestasi yang hengkang dari indonesia. Karena kondisi perpajakan dan segala macamnya,” jelasnya.

Selain itu, angka pengangguran ini bisa berat sekali jika tidak bisa ditangani dengan program pelataihan kerja. Sehingga, di DPR RI pihaknya menekankan kepada Mentri agar pada 2018 dapat melatih 150 ribu pemuda agar mereka memiliki kompetensi kerja.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta agar bantuan kepada masyarakat untuk kelompok kerja diperbanyak, jadi target utamanya adalah, kelompok kerja mendapat pelatihan, mendapat dukungan peralatan dan mendapat kesempatan untuk membuat kelompok kerja

Sedangkan, untuk kesempatan kerja ke luar negeri harus khusus bagi TKI yang telah terlatih dan terdidik. Bahkan, tersertifikasi dan memiliki kontrak kerja yang benar.

“Program inilah yang kita dorong, agar menjaga pengangguran itu tidak bertambah,” ucap dia

Baca Juga:Gerindra Siapkan Kuda HitamJawa Barat Tekan MoU dengan Khartoum

Pada kunjungan tersebut daerah pemilihan (Kundapil) menyerahkan bantuan alat usaha berupa mesin jahit untuk kelompok wirausaha mandiri, serta dialog serap aspirasi.

memberikan bantuan mesin jait ke beberapa kelompok usaha. (yul/yan)

0 Komentar