Perayaan HUT TNI ke-72 Berlangsung Meriah

jabarekspres.com, JAKARTA – Puncak perayaan HUT TNI ke -72 di dermaga PT Indah Kiat Cilegon, Banten disambut antusias, kemarin (5/10). Warga sekitar tumpah ruah, seluruh akses menuju lokasi macet. Presiden sampai harus berjalan kaki.

Perayaan dimeriahkan dengan parade defile dan alutista yang melibatkan 5.932 personel TNI, 48 kapal perang berbagai kelas. 70-an pesawat udara dan helikopter serta sekitar 300 unit kendaraan tempur berbagai jenis mulai dari tank, artileri, peluncur roket, hingga tank amfibi.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan,  saking antusiasnya, masyarakat sekitar telah berkumpul di lokasi sejak pukul 2 dini hari. ”Saya tidak bisa berkata lain selain bersyukur,” katanya.

Dalam pidatonya Gatot sempat meminta maaf karena keadaan membuat presiden berjalan kaki. Menurutnya, masyarakat sudah kadung berkumpul dan tidak mungkin disuruh kembali. Mendengar presiden berjalan kaki, Gatot yang sudah berada di lokasi bergegas menyusul.

Perwira yang akan segera mengakhiri masa jabatannya enam bulan mendatang tersebut mengungkapkan bahwa dia berharap perwira pangkotama di bawahnya segera bersiap untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan TNI, juga meningkatkan kinerja.

Ditanya soal rencana paska pensiun, Gatot menyatakan akan menyediakan banyak waktu untuk keluarga. Dia menuturkan, selama 35 tahun menjadi prajurit, dia hampir belum pernah mengambil cuti tahunan. Enam kali operasi militer besar, dia hanya cuti satu kali. ”Jadi rasanya waktu untuk keluarga hampir tidak ada,” katanya.

Setelah purna tugas, dia ingin menghabiskan banyak waktu untuk anak dan cucu-cucunya. Meski demikian, dia menyebut sebagai seorang prajurit, pengabdian harus terus diberikan pada negara. ”Sekecil apapun, kapanpun negara memanggil, saya siap,” katanya lagi.

Disinggung soal kemungkinan masuk dalam politik, dia mengaku masih pikir-pikir. ”Saya tidak punya pengalaman dalam berpolitik, jadi masih mikir-mikir, tapi kapanpun negara memanggil saya siap,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo optimistis bahwa kekuatan TNI dari tahun ke tahun akan terus meningkat dan semakin disegani baik di kawasan (Asia Tenggara) maupun di kancah internasional.

Jokowi mengingatkan bahwa para personel TNI hanya loyal pada kepentingan bangsa dan negara. ”Itu artinya kesetiaan dalam membela kepentingan rakyat,” ujarnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan