jabarekspres.com, JAKARTA – Problem durasi waktu pemungutan suara untuk Pemilu 2019 akhirnya teratasi. Dalam simulasi yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bogor Sabtu lalu (30/9), pemungutan suara hingga penghitungan hasil di tempat pemungutan suara (TPS) tidak sampai melampaui tengah malam. Kuncinya adalah pengurangan jumlah pemilih di tiap TPS dari 500 menjadi 300 orang.
Komisioner KPU Ilham Saputra menyatakan, simulasi kali ini digelar di Bogor karena jumlah penduduknya besar. Begitu juga wilayahnya yang cukup luas. Simulasi di Desa Kadumangu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, itu sekaligus menguji jumlah ideal pemilih untuk satu TPS. ”Pada simulasi sebelumnya, jumlah pemilih 500 orang. Yang di Bogor dikurangi menjadi 300 orang,” ujarnya.
Menurut dia, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memang menyebutkan bahwa jumlah pemilih di setiap TPS maksimal 500 orang. Angka itu sebenarnya mengacu pada pemilu sebelumnya. Namun, kala itu pemilihan tidak dilaksanakan serentak antara pemilu legislatif dan pemilu presiden.
Baca Juga:Waspadai Cuaca Ekstrim Rawan BencanaRibuan Kader se-Jabar Ontrog Kantor DPP Golkar
KPU pun telah mencoba melakukan simulasi pemilu serentak dengan jumlah pemilih 500 orang. ”Pada simulasi di Banten, jumlah pemilih 500 orang. Proses penghitungan suara sampai melebihi pukul 00.00 atau berganti hari,” jelasnya. Itu terjadi lantaran jumlah surat suara yang harus dicoblos pemilih lebih banyak.
Problem tersebut menjadi sorotan Komisi II DPR saat rapat dengar pendapat dengan KPU. Komisi yang membidangi masalah pemerintahan itu meminta penghitungan suara tidak sampai berganti hari, karena tenaga petugas akan terkuras. Salah satu cara untuk mempercepat penghitungan adalah mengurangi jumlah pemilih di TPS. Maka, dalam simulasi di Bogor, KPU hanya mengerahkan 300 orang.
Ilham menerangkan, dengan 300 pemilih per TPS, penghitungan bisa selesai sebelum pukul 00.00. ”Penghitungan selesai di hari yang sama,” papar pria asal Aceh tersebut. Semua kotak suara bisa dihitung sampai tuntas.
Bawaslu juga mempunyai catatan dalam simulasi itu. Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengungkapkan, catatan pertama terkait proses pungut hitung. Pihaknya merekomendasikan agar TPS baru bisa dibuka setelah pukul 07.00. ”Setelah semua penyelenggara sudah lengkap datang. Termasuk pengawas TPS,” paparnya.
Afifuddin juga mengusulkan agar panitia menyiapkan kursi untuk pengawas TPS. Tujuannya, mereka tidak mondar-mandir. Fasilitas itu sama dengan yang diberikan kepada para saksi.
