Pameran Pusaka dan Sarasehan Budaya di Unpak Bogor Perkuat Dukungan Pengajuan Golok ke UNESCO

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor bersama komunitas Pelestari Golo
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor bersama komunitas Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) menggelar pameran pusaka dan sarasehan budaya dengan meghadirkan ratusan jenis golok bersejarah di Gedung Universitas Pakuan, Kota Bogor, Sabtu (14/2/2026). Foto: Sekar Andini
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor bersama komunitas Pelestari Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) menggelar pameran pusaka dan sarasehan budaya dengan meghadirkan ratusan jenis golok bersejarah di Gedung Universitas Pakuan, Kota Bogor, Sabtu (14/2/2026).

Rektor Universitas Pakuan Bogor, Prof. Didik Notosudjono, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian penguatan dukungan akademik terkhususnya dari FISIB, Unpak, terhadap pengajuan golok yang lekat dengan budaya Sunda dan Nusantara sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

Ia menilai kiprah pelestarian golok selama ini luar biasa dan perlu dikembangkan melalui penelitian serta kajian budaya, sehingga nantinya dapat berhasil menjadi warisan budaya tak benda UNESCO.

Baca Juga:BULOG Kancab Bandung Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stok Dipastikan AmanPA Kota Cimahi Bahas Kesejahteraan Yudisial dalam Diskusi Internasional BPHPI–FCFCOA

“Universitas Pakuan sangat mendukung kegiatan ini. Ini menjadi suatu hal yang menarik ya untuk mengembangkan, paling enggak itu, untuk penelitian, kajian-kajian dekat budaya Sunda dan juga Nusantara. Golok ini akan penting sekali dan harus kita perjuangkan ya sampai ke level UNESCO,” ucap Didik di Universitas Pakuan Kota Bogor, Sabtu (14/2/2026).

Didik juga turut menyoroti pentingnya digitalisasi di tengah pesatnya perkembangan informasi agar tradisi golok semakin dikenal luas hingga kancah internasional.

Ia melihat, golok merupakan tradisi lama yang lekat dengan budaya Sunda dan Nusantara itu harus diperjuangkan hingga ke level UNESCO. Ia pun menyebut dukungan kampus menjadi salah satu bagian penting dalam proses tersebut.

“Kita program studi terpaket dengan budaya, jadi link and match. Golok merupakan budaya yang kita lestarikan, pusaka dari zaman lama sekali. Dengan kajian-kajian nanti kita lestarikan sejarahnya, bagaimana sejarahnya, termasuk pengembangan pamor-pamornya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPNS) Ki Gatut Santa, mengatakan, saat ini pusaka Indonesia yang telah disahkan UNESCO baru keris.

Karena itu, pihaknya terus berupaya agar golok yang lekat dengan budaya Sunda dan Nusantara ini juga memperoleh pengakuan serupa di tingkat dunia. Ia pun menargetkan pada tahun 2027 nanti, golok dapat resmi mejadi warisan tak benda UNESCO.

“Golok dulu menjadi alat pertahanan pangan, kemudian menjadi alat pertahanan, dan sekarang menjadi pusaka. Insya Allah tahun 2027 menjadi bagian golok untuk UNESCO nanti,” ujarnya.

0 Komentar