Deliana Fatmawati, Wasit FIFA Perempuan Satu-satunya Indonesia

Deliana Fatmawati
Deliana Fatmawati
0 Komentar

Deli pun memutuskan ber­henti dulu. Baru setelah bisa melupakan kekecewaan ter­sebut, pada 2015 dia kem­bali ikut ujian untuk ambil lisensi C2. Dan berhasil.

Untuk level FIFA, ungkap Deli, tidak dibedakan seleksi bagi laki-laki dan perempuan. Semua harus melalui tahapan dan ujian yang sama. Mulai peraturan pertandingan, ujian fisik, hingga penerapan teori di lapangan. Semua harus dilakoni Deli bersama pe­serta lain yang didominasi laki-laki. ”Laws of the game sama, visi-misi wasit sama, fisiologinya pun sama,” pa­parnya.

Perkenalan pengidola Arse­nal, PSMS Medan, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC Palembang itu dengan sepak bola terjadi saat dirinya masih kecil. Kala itu dia sering diam-diam ikut menonton laga olahraga terpopuler sejagat tersebut di televisi bersama abangnya.

Baca Juga:Si Kembar Terima BantuanDiduga Mengandung Konten Pornografi

Tiap kali tim idolanya, Ju­ventus, bertanding, sang ka­kak memang tak pernah absen menonton. Deli pun tidak ketinggalan ikut serta.

Dari yang awalnya merasa sepak bola sebagai permainan yang asing, pengagum Gian­luigi Buffon, Mikel Arteta, dan Bambang Pamungkas tersebut kemudian mulai bisa menik­mati. Saat bersekolah di SMA Taman Siswa Bandung, ke­cintaannya semakin jauh lagi: jadi pemain.

Saat duduk di bangku SMA itu juga, Deli punya kesem­patan bergabung dengan tim nasional (timnas) sepak bola putri U-17 untuk berlaga di sebuah event di Korea Selatan. Deli mengaku lupa ajang apa. Yang dia ingat, karena event itu pula, sang mamak akhirnya luluh dan merestui dirinya menekuni sepak bola.

”Kamu mau main di luar negeri? Pakai pesawat ko ke sana? Mamak excited sekali waktu itu,” ungkap perem­puan bertinggi badan 150 sentimeter tersebut dengan mata berbinar.

Kecintaan dengan sepak bola itu juga yang membawa­nya masuk Jurusan Kepelati­han Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidi­kan Indonesia (UPI) Bandung. Meski sebelumnya dia punya keinginan masuk fakultas hukum. Bakat dan kemam­puan Deli pun semakin ber­kembang di kampusnya ter­sebut. Tapi bukan di sepak bola. Melainkan futsal.

0 Komentar