“Dengan potongan sangat besar jadi para TKI memilih untuk berangkat sendiri (ilegal). Susahnya mendapatkan pekerjaan di Indonesia menjadi pilihan kami menjadi TKI meski resikonya sangat besar dan taruhannya nyawa,” jelas dia.
MAI berharap, pemerintah memberikan lapangan pekerjaan agar tidak banyak yang bekerja di luar negeri. “Kami juga ingin bekerja di daerah sendiri, tapi lapangan pekerjaannya terbatas. Apalagi bagi kami yang pendidikannya rendah,” ucap dia
Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya Pembaharuan, Hendri Prayoga mengatakan, pihaknya telah mengunjungi wilayah Johor dan Kuala Lumpur akhir pekan lalu. Selama 14 hari kerja para tenaga kerja akan menempuh proses persidangan. Ia mengatakan saat ini sedang mengupayakan advokasi agar para tenaga kerja yang berasal dari Cianjur bisa dipulangkan.
Baca Juga:Pilkada Harus Steril Isu SARAHanura Mulai Jaring Bakal Calon Bupati
“Kemarin saya mengunjungi beberapa tempat dan mendapatkan fakta bahwa ada belasan warga Cianjur yang ikut terjaring razia besar-besaran di Malaysia,” ujarnya.
Hendri menjelaskan, masih banyak warga Indonesia yang saat ini memilih untuk bersembunyi dan melihat situasi setelah razia besar-besaran.
Dari informasi yang dihimpun Hendri, mereka yang bersembunyi kebanyakan memilih kawasan kebun sawit karena dinilai aman. “Keterangan itu saya dapat dari kawan-kawan di sana. Kebanyakan enggan pulang ke Indonesia karena takut tak mendapat pekerjaan,” katanya.
Dia menuturkan, pihaknya akan kembali mengunjungi Malaysia pada 10 Agustus mendatang untuk memantau sejauh mana perkembangan warga Cianjur. “Pihak Malaysia sebelumnya sempat memberlakukan amnesti dan mengimbau kepada warga pendatang untuk membuat e-Card,” kata Hendri.
Dirinya berharap pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia perihal ratusan warga yag terkena razia tersebut. Pasalnya setelah razia besar-besaran, imigrasi saat ini rutin memeriksa setiap tenaga kerja yang berasal dari luar. “Banyak yang baru tertangkap juga, kebanyakan mereka yang saat ini menunggu persidangan,” katanya.(bay/tts)
