Kisah Direktur Akper yang Tinggal Satu Atap dengan Makam Istri

Kisah Direktur Akper yang Tinggal Satu Atap dengan Makam Istri
M TEGAR MUJAHID/RADAR LAMPUNG/JPG
ENGGAN BERPALING: Direktur Akademi Keperawatan Baitul Hikmah Bandar Lampung H Widodo memilih untuk menetap di samping makam sang istri tercinta meski sudah lama ditinggalkan.
0 Komentar

Tanpa ragu, Hamsi memutuskan menggunakan tabungan untuk memberangkatkan sang mertua berhaji bersama. ”Karena kurang, dia juga menjual gelang kesayangannya untuk mencukupi hingga akhirnya ibu saya bisa ikut naik haji. Sungguh, dari situ saya makin tulus dan sayang dengan istri saya,” kenangnya.

Keluhuran budi Hamsi itulah yang membuat Widodo mantap bertahan menjalani hidup bersanding dengan makam sang istri. Untuk sekadar makan pun, dia demikian enggan beranjak. Akhirnya sang asisten rumah tangga dari rumahnyalah yang membantu mengantarkan.

Anak-anaknya tentu saja menentang dari awal keputusan sang ayah itu. Sampai sekarang pun mereka tetap membujuk Widodo agar mau pulang.

Baca Juga:Rekapitulasi Suara Menjadi 35 HariTerduga Ikut Bantu Rakit Bom Buahbatu

Bukan tanpa alasan anak-anaknya begitu mencemaskannya. Sebab, selain usianya yang sudah sepuh, Abah Wid pun sebenarnya memiliki riwayat darah tinggi. Penyakit itu bahkan sudah sempat membuatnya terserang stroke yang membuat sebagian tubuhnya sulit digerakkan.

Tapi, Abah Wid bergeming. Sebab, bagi dia, berdampingan dengan makam sang istri tak hanya didasari kesetiaan. Tapi juga bagian dari caranya untuk lebih mendewasakan para buah hati. Baik itu dalam kehidupan sehari-hari. Maupun dalam menggerakkan Akper Baitul Hikmah.

Sebuah prinsip yang menjadi komitmen bersama istrinya. Yang kini sehari-hari terus dia dampingi. Dari alam yang berbeda. (*/JPG/c9/ttg/rie)

0 Komentar