Sekarang, Vettel Tinggal Main Aman

Pernyataan Lauda itu, kini kembali relevan. Dengan selisih 20 poin, Vettel hanya butuh finis di depan Hamilton di setiap balapan agar posisinya aman. Atau paling tidak bisa menjaga jarak aman dengan Hamilton. Tidak perlu ngotot memenangi balapan dan mengambil risiko besar mengalami DNF (do not finish) seperti yang diharapkan Lauda.

Balapan GP Austria tadi malam juga membuktikan kualitas Valtteri Bottas sebagai pilihan tepat pengganti Nico Rosberg. Untuk kali kedua, di musim debutnya bersama Mercedes pembalap Finlandia itu merebut kemenangan kedua. Jika Hamilton berusaha memburu Ricciardo di dua lap terakhir untuk merebut podium terakhir, Bottas justru berjuang habis-habisan bertahan dari kejaran Vettel.

Bottas sukses menjaga umur ban ultrasoft-nya sampai 41 lap dari 71 putaran yang dilombakan. Lalu menggunakan supersoft sampai akhir balapan. Ferrari berusaha menggunakan Kimi Raikkonen untuk menghalangi laju Bottas agar bisa lebih mudah dikejar Vettel di paro kedua balapan. Tapi strategi itu gagal. Raikkonen yang sudah menggunakan ban ultrasoft-nya selama 44 lap dengan mudah dilewati Bottas tanpa perlawanan. Padahal jika mampu bertahan 1 atau 2 lap saja, Vettel yang berada di posisi ketiga, bisa lebih mudah mendekat dan bertarung di bagian akhir balapan.

Kegagalan strategi itu terbukti di akhir lomba. Vettel hanya butuh satu lap lagi untuk bisa menyalip Bottas dan memenangi balapan. ”Aku lihat dia (Bottas) kesulitan saat melintasi tanjakan bukit. Jadi aku rasa aku butuh satu lap lagi untuk menang,” ungkap Vettel.

Jaraknya sudah di bawah setengah detik saat balapan menyisakan dua lap. Saat tengah diburu, Bottas mengambil raceline sempurna, sehingga Vettel tak bisa mencuri waktu lagi untuk semakin mendekat. Vettel finis 0,658 detik di belakang sang juara, Bottas. ”Aku seperti mengalami dejavu di akhir balapan seperti yang aku alami di GP Rusia. Pada stint terakhir, ban kiri belakangku sudah tergerus parah, jadi itu membuat balapanku sedikit sulit,” ucap Bottas. Ini menjadi kemenangan kedua Bottas setelah yang pertama di GP Rusia.

Kemenangan Bottas kemarin sempat diwarnai kontroversi tentang dugaan jump start yang dilakukannya di awal lomba. Vettel dan Ricciardo berteriak melalui radio mempertanyakan manuver Bottas tersebut. Namun setelah dilakukan investigasi, stewards memastikan Bottas tidak melanggar. Tidak ada penalti untuk dia. Stewards menyatakan, Bottas bereaksi 0,201 detik sebelum lampu start mati. Dan itu tidak melanggar aturan. ”Aku rasa itu adalah start terbaik dalam hidupku,” sebut Bottas.(cak/ign)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan