Kisah di Balik Terciptanya Aplikasi Ayo Mudik

Aplikasi Ayo Mudik
IMAMHUSEIN/JAWAPOS
IKLASKAN LIBUR: Dua pembuat aplikasi Ayo Mudik terlihat menunjukkan tampilan visual di handphone mereka, baru-baru ini.
0 Komentar

Bahkan, pihaknya sudah mempersiapkan kapasitas server tambahan untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah user. ”Misalnya, jika 100 ribu user menggunakan bersamaan, server kami masih bisa bertahan,” papar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya itu.

Agung melanjutkan, awal mula dirilis, aplikasi tersebut hanya memuat jalur mudik di Pulau Jawa karena data yang tersedia di Kemenhub memang baru jalur Jawa. Akibatnya, sempat muncul protes oleh beberapa pengguna yang membutuhkan jalur mudik di luar Jawa.

Karena itu, aplikasi pun di-update pada 22 Juni lalu yang memasukkan jalur mudik wilayah Sumatera dan Bali. Informasi pun kian komplet. Menu utama masih panduan jalur utama dan jalur alternatif mudik untuk wilayah Jawa yang terdiri atas jalur mudik utara, jalur mudik tengah, dan jalur mudik selatan.

Baca Juga:Tarif Batas Atas-Bawah Berlaku 1 JuliPNS Wajib Hadir Hari Pertama Kerja

Namun, kini ada menu data jalur mudik Sumatera yang meliputi jalur timur, tengah, dan barat. Selain itu, ada jalur mudik di Bali yang meliputi jalur mudik utara dan jalur mudik selatan.

Selain jalur mudik, aplikasi tersebut menyediakan data lokasi posko mudik, posko kesehatan, pos polisi, SPBU, bengkel, masjid, rest area, dan ATM.

Aplikasi juga terhubung secara realtime. Karena itu, ketika mengaktifkan fitur lokasi di handphone, saat mengakses data posko mudik, posko kesehatan, atau yang lain-lain, pengguna akan langsung diarahkan ke posko yang terdekat dengan lokasi pengguna saat itu.

Agung menyatakan, aplikasi Ayo Mudik sudah di-download lebih dari 28 ribu pengguna melalui Play Store. Dia dan timnya pun berharap aplikasi itu bisa membantu saat arus mudik dan balik. ”Saya yakin jumlah pengguna masih akan bertambah. Kami senang aplikasi ini dimanfaatkan lebih banyak orang,” ucapnya. (*/c10/owi/rie)

0 Komentar