Emil Berharap Dukungan Parpol Lain

RK dan RC
OKRI/RADAR CIREBON
KUATKAN CIREBON: Ridwan Kamil (kiri) bersama CEO Radar Cirebon Group Yanto S. Utomo saat kunjungan ke Redaksi Radar Cirebon, kemarin.
0 Komentar

Di luar wacana koalisi, Emil menilai, persoalan Jawa Barat adalah ekonomi. Karena itu, sektor ini yang akan dibenahi jika masyarakat Jawa Barat memberikan kepercayaan sebagai gubernur. Sebagai pria keturunan Cirebon, Emil rajin melakukan kunjungan ke pantura yang menjadi daerah leluhurnya. ”Saya mohon dukungannya. Berdasarkan survei saat ini, saya unggul di pantura,” ucapnya.

Khususnya wilayah Ciayumajakuning, dia melihat masih kurangnya industri strategis. Termasuk pula untuk memberikan kesejahteraan petani, Emil akan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memaksa warga Kota Bandung, misalnya, membeli beras langsung ke petani di Indramayu, melalui aplikasi di handphone. Sebab, Emil menilai petani beras kurang sejahtera disebabkan sistem dagang yang keliru. ”Dan ini perlu diperbaiki,” tegasnya.

Selama memimpin Kota Bandung, dia berhasil meningkatkan IPM dengan tiga indikator pendidikan kesehatan dan ekonomi, menjadi yang tertinggi di Jawa Barat. Begitu pula reformasi birokrasi di Pemerintah Kota Bandung, mendapatkan nilai A dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Baca Juga:Polda Jabar Bentuk Satgasus LGBTPemkot Bandung Optimalkan Tiga Sarana Pengaduan & Layanan Gawat Darurat

Nilai A tersebut berarti antara kebijakan wali kota, para birkokrat, hingga office boy sudah nyambung. Resep meraih nilai A reformasi birokrasi, ujarnya, karena sistem reward and punishment. ”Saya jualan trade record kinerja saja. Alhamdulillah, hasil survei juga masih baik,” bebernya.

Proyek besar di Kota Bandung adalah LRT. Butuh dana triliunan rupiah. Agar terwujud,  Emil memberikan ke swasta. Sekarang sudah berproses sepanjang 6 kilometer. Akan berkelanjutan oleh penerus wali kota Bandung.

Terpenting bagi Emil, sisa waktu sebagai wali kota digunakan untuk mewujudkan pembangunan LRT. Jika berhasil, enterpreneuer government dapat diterapkan dengan baik.

Di balik masif-nya pembangunan infrastruktur, kata dia, Kota Bandung diperkuat program magrib mengaji dan zakat menggunakan handphone. ”Pemasukan awal zakat hanya Rp 6 miliar, sekarang naik menjadi Rp 30 miliar,” tandasnya. (ysf/rie)

0 Komentar